Selasa, 11 Agustus 2020 04:48

​Korupsi Gedung Bea Cukai Diserahkan ke Kejari Sidoarjo

Selasa, 29 April 2014 21:25 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: nur faishal

SURABAYA (bangsaonline)–Penyidikan kasus dugaan korupsi gedung Kanwil Bea dan Cukai Jatim rampung. Hari ini penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim akan menyerahkan tersangka dan barang bukti (tahap dua) ke jaksa penuntut. Setelah itu, kasus ini akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Mohammad Rohmadi, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus, mengatakan, penyerahan tahap II dilakukan setelah jaksa penuntut umum menyatakan berkas kasus korupsi pembangunan gedung bea cukai Jatim tahap dua itu rampung alias P21. ”Besok (hari ini, red) penyerahan tahap duanya. Kejati akan menyerahkannya ke Kejari Sidoarjo,” ujarnya, Selasa (29/4/2014).

Selain tersangka, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Agus Kuncoro dan Direktrur PT Bintang Timur Nangndi Nanang N, barang bukti berupa dokumen dan uang pengembalian kerugian negara Rp 600 juta berupa cek, juga akan diserahkan ke Kejari Sidoarjo. Nantinya, lanjut Rohmadi, jaksa Kejari Sidoarjo akan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan.

Kenapa Kejari Sidoarjo yang akan menyidangkan kasus ini? Sebab, lokasi gedung Bea Cukai Jatim yang baru dibangun itu berada di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo. ” Pengadilannya sendiri akan dilangsungkan di Tipikor,” jelas Rohmadi.

Kasidik asal Surabaya itu menambahkan, hingga diserahkan ke Kejari Sidoarjo hari ini, penyidik Kejati tetap menahan kedua tersangka. Rohmadi mengaku pihaknya beberapa hari lalu menerima surat penangguhan penahanan dari tersangka Agus Kuncoro. ”Kami tidak berikan,” tandasnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan gedung Bea Cukai Jatim dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan tahun 2011, untuk pembangunan lantai 1 dan 2, menelan duit APBN sebesar Rp 26 miliar. Setelah rampung, pembangunan tahap dua, untuk lantai 3 dan 4, dilaksanakan setahun berikutnya, 2012. pembangunan tahap dua menelan uang negara Rp 6,5 miliar.

Belakangan, proyek pembangunan gedung Bea Cukai Jatim ini bermasalah secara hukum. Penyidik Kejati menemukan bukti kuat penyimpangan, terutama pada pembangunan tahap dua. Duit proyek Rp 6,5 miliar seratus persen cair duluan sebelum proyek selesai. Kini, penyidik akan mengembangkan pada pembangunan tahap pertam. Diduga, gedung yang selesai dibangun itu tidak sesuai spesifikasinya.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...