Selasa, 17 September 2019 12:23

​Korupsi Gedung Bea Cukai Diserahkan ke Kejari Sidoarjo

Selasa, 29 April 2014 21:25 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: nur faishal

SURABAYA (bangsaonline)–Penyidikan kasus dugaan korupsi gedung Kanwil Bea dan Cukai Jatim rampung. Hari ini penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim akan menyerahkan tersangka dan barang bukti (tahap dua) ke jaksa penuntut. Setelah itu, kasus ini akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Mohammad Rohmadi, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus, mengatakan, penyerahan tahap II dilakukan setelah jaksa penuntut umum menyatakan berkas kasus korupsi pembangunan gedung bea cukai Jatim tahap dua itu rampung alias P21. ”Besok (hari ini, red) penyerahan tahap duanya. Kejati akan menyerahkannya ke Kejari Sidoarjo,” ujarnya, Selasa (29/4/2014).

Selain tersangka, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Agus Kuncoro dan Direktrur PT Bintang Timur Nangndi Nanang N, barang bukti berupa dokumen dan uang pengembalian kerugian negara Rp 600 juta berupa cek, juga akan diserahkan ke Kejari Sidoarjo. Nantinya, lanjut Rohmadi, jaksa Kejari Sidoarjo akan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan.

Kenapa Kejari Sidoarjo yang akan menyidangkan kasus ini? Sebab, lokasi gedung Bea Cukai Jatim yang baru dibangun itu berada di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo. ” Pengadilannya sendiri akan dilangsungkan di Tipikor,” jelas Rohmadi.

Kasidik asal Surabaya itu menambahkan, hingga diserahkan ke Kejari Sidoarjo hari ini, penyidik Kejati tetap menahan kedua tersangka. Rohmadi mengaku pihaknya beberapa hari lalu menerima surat penangguhan penahanan dari tersangka Agus Kuncoro. ”Kami tidak berikan,” tandasnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan gedung Bea Cukai Jatim dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan tahun 2011, untuk pembangunan lantai 1 dan 2, menelan duit APBN sebesar Rp 26 miliar. Setelah rampung, pembangunan tahap dua, untuk lantai 3 dan 4, dilaksanakan setahun berikutnya, 2012. pembangunan tahap dua menelan uang negara Rp 6,5 miliar.

Belakangan, proyek pembangunan gedung Bea Cukai Jatim ini bermasalah secara hukum. Penyidik Kejati menemukan bukti kuat penyimpangan, terutama pada pembangunan tahap dua. Duit proyek Rp 6,5 miliar seratus persen cair duluan sebelum proyek selesai. Kini, penyidik akan mengembangkan pada pembangunan tahap pertam. Diduga, gedung yang selesai dibangun itu tidak sesuai spesifikasinya.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...