Sabtu, 15 Mei 2021 15:03

​Korupsi Gedung Bea Cukai Diserahkan ke Kejari Sidoarjo

Selasa, 29 April 2014 21:25 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: nur faishal

SURABAYA (bangsaonline)–Penyidikan kasus dugaan korupsi gedung Kanwil Bea dan Cukai Jatim rampung. Hari ini penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim akan menyerahkan tersangka dan barang bukti (tahap dua) ke jaksa penuntut. Setelah itu, kasus ini akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Mohammad Rohmadi, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus, mengatakan, penyerahan tahap II dilakukan setelah jaksa penuntut umum menyatakan berkas kasus korupsi pembangunan gedung bea cukai Jatim tahap dua itu rampung alias P21. ”Besok (hari ini, red) penyerahan tahap duanya. Kejati akan menyerahkannya ke Kejari Sidoarjo,” ujarnya, Selasa (29/4/2014).

Selain tersangka, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Agus Kuncoro dan Direktrur PT Bintang Timur Nangndi Nanang N, barang bukti berupa dokumen dan uang pengembalian kerugian negara Rp 600 juta berupa cek, juga akan diserahkan ke Kejari Sidoarjo. Nantinya, lanjut Rohmadi, jaksa Kejari Sidoarjo akan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan.

Kenapa Kejari Sidoarjo yang akan menyidangkan kasus ini? Sebab, lokasi gedung Bea Cukai Jatim yang baru dibangun itu berada di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo. ” Pengadilannya sendiri akan dilangsungkan di Tipikor,” jelas Rohmadi.

BACA JUGA : 

​33 Ribu Baby Lobster Ilegal di Bandara Juanda Berhasil Diamankan

​Diduga Ada Mafia, Bea Cukai Madura Didemo Komad, Puluhan Wartawan Dilarang Masuk

Jutaan Batang Rokok Ilegal Senilai Miliaran Rupiah Sampai Sex Toys Dimusnahkan KPPBC Juanda

Bea Cukai Sosialisasi PMK-134/PMK.04/2019 ke Komunitas Tingwe: Tembakau Iris Sudah Kena Cukai

Kasidik asal Surabaya itu menambahkan, hingga diserahkan ke Kejari Sidoarjo hari ini, penyidik Kejati tetap menahan kedua tersangka. Rohmadi mengaku pihaknya beberapa hari lalu menerima surat penangguhan penahanan dari tersangka Agus Kuncoro. ”Kami tidak berikan,” tandasnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan gedung Bea Cukai Jatim dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan tahun 2011, untuk pembangunan lantai 1 dan 2, menelan duit APBN sebesar Rp 26 miliar. Setelah rampung, pembangunan tahap dua, untuk lantai 3 dan 4, dilaksanakan setahun berikutnya, 2012. pembangunan tahap dua menelan uang negara Rp 6,5 miliar.

Belakangan, proyek pembangunan gedung Bea Cukai Jatim ini bermasalah secara hukum. Penyidik Kejati menemukan bukti kuat penyimpangan, terutama pada pembangunan tahap dua. Duit proyek Rp 6,5 miliar seratus persen cair duluan sebelum proyek selesai. Kini, penyidik akan mengembangkan pada pembangunan tahap pertam. Diduga, gedung yang selesai dibangun itu tidak sesuai spesifikasinya.

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa maksud...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...