Masih kata Kushari, calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) DJBC awalnya harus mengikuti tes administrasi dan tes tertulis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), bersamaan dengan calon PNS lainnya.
Selanjutnya, para calon yang lulus akan mengikuti pendidikan di Ditjen Bea Cukai yang bekerjasama dengan Kopassus. Pelatihan semi militer akan diberikan karena tugas pegawai Bea Cukai cukup berat, terutama yang berada di wilayah perbatasan.
"Ini kita sebut dengan Kesamaptaan, pelatihnya dari Kopassus. Biasanya 5 minggu," kata Kushari.
Tidak hanya itu, dalam pelatihan juga akan diberikan pendidikan untuk keahlian khusus. Misalnya tugas yang akan dijalankan sebagai intelijen, maka perlu pelatihan intelijen. Begitu juga soal perkapalan dan yang lainnya.
"Kalau intelijen ya diberikan pelatihan intelijen. Kalau Anak Buah Kapal (ABK) ditambahin lagi kemampuan kapal, melaut. Jadi spesifikasinya lagi," terangnya.
Proses tersebut ditutup dengan pemeriksaan kesehatan. Ini bisa memungkinkan calon pegawai tidak lulus, bila ternyata tidak memenuhi standar yang ada. (dtf/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




