Senin, 21 Juni 2021 01:17

Bea Cukai Butuh 1.400 Pegawai Baru, Calon Pegawai Harus Siap Dilatih Kopassus

Senin, 11 Januari 2016 00:31 WIB
Bea Cukai Butuh 1.400 Pegawai Baru, Calon Pegawai Harus Siap Dilatih Kopassus

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membutuhkan 1.400 pegawai baru dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Dari total kebutuhan tersebut, posisi paling besar yang dibutuhkan adalah mengisi bidang pelayanan dan pengawasan.

"Kalau paling banyak untuk di lapangan, seperti pelayanan dan pengawasan," kata Kushari Suprianto, Sekretaris Jenderal DJBC dilansir dari detikFinance, Minggu (10/1/2016)

Khususnya adalah sisi laut, menurut Khusari, dibutuhkan banyak pegawai di kawasan pelabuhan. Hal ini dikarenakan fokus Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menjadikan sektor maritim sebagai salah satu kekuatan ekonomi Indonesia.

"Karena kan untuk aspek pengawasan, di laut sekarang perlu banyak pegawai," jelasnya.

BACA JUGA : 

​33 Ribu Baby Lobster Ilegal di Bandara Juanda Berhasil Diamankan

​Diduga Ada Mafia, Bea Cukai Madura Didemo Komad, Puluhan Wartawan Dilarang Masuk

Jutaan Batang Rokok Ilegal Senilai Miliaran Rupiah Sampai Sex Toys Dimusnahkan KPPBC Juanda

Bea Cukai Sosialisasi PMK-134/PMK.04/2019 ke Komunitas Tingwe: Tembakau Iris Sudah Kena Cukai

Sementara untuk jenjang pendidikan yang diterima cukup beragam, mulai dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Diploma hingga Strata 1 (S1). Khusari menyatakan level pendidikan yang dicari nantinya disesuaikan dengan posisi yang diinginkan.

"Sebetulnya porsinya ada, tapi paling banyak D1, D3 untuk pelayanan, jurusannya kan perkapalan. Terus kalau administrasi ya jurusannya perbendaharaan, tapi kalau dari internal kan ada D3. SMA juga bisa tapi disekolahkan lagi ke S1 buat menambah pengetahuan soal kepabeanan," terangnya.

Di sisi lain, untuk berseragam Bea Cukai, ternyata bukan persoalan mudah. Para calon pegawai harus mengikuti serangkaian tes tertulis hingga pendidikan semi militer bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus), TNI AD.

Masih kata Kushari, calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) DJBC awalnya harus mengikuti tes administrasi dan tes tertulis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), bersamaan dengan calon PNS lainnya.

Selanjutnya, para calon yang lulus akan mengikuti pendidikan di Ditjen Bea Cukai yang bekerjasama dengan Kopassus. Pelatihan semi militer akan diberikan karena tugas pegawai Bea Cukai cukup berat, terutama yang berada di wilayah perbatasan.

"Ini kita sebut dengan Kesamaptaan, pelatihnya dari Kopassus. Biasanya 5 minggu," kata Kushari.

Tidak hanya itu, dalam pelatihan juga akan diberikan pendidikan untuk keahlian khusus. Misalnya tugas yang akan dijalankan sebagai intelijen, maka perlu pelatihan intelijen. Begitu juga soal perkapalan dan yang lainnya.

"Kalau intelijen ya diberikan pelatihan intelijen. Kalau Anak Buah Kapal (ABK) ditambahin lagi kemampuan kapal, melaut. Jadi spesifikasinya lagi," terangnya.

Proses tersebut ditutup dengan pemeriksaan kesehatan. Ini bisa memungkinkan calon pegawai tidak lulus, bila ternyata tidak memenuhi standar yang ada. (dtf/rev)

Gelar Pertemuan, Anggota Poktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota Gapoktan Sumber Rejeki mendatangi rumah Sumadi, yang juga menjabat kepala Dusun, untu...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...