Selasa, 19 Januari 2021 21:14

Bea Cukai Butuh 1.400 Pegawai Baru, Calon Pegawai Harus Siap Dilatih Kopassus

Senin, 11 Januari 2016 00:31 WIB
Bea Cukai Butuh 1.400 Pegawai Baru, Calon Pegawai Harus Siap Dilatih Kopassus

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membutuhkan 1.400 pegawai baru dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Dari total kebutuhan tersebut, posisi paling besar yang dibutuhkan adalah mengisi bidang pelayanan dan pengawasan.

"Kalau paling banyak untuk di lapangan, seperti pelayanan dan pengawasan," kata Kushari Suprianto, Sekretaris Jenderal DJBC dilansir dari detikFinance, Minggu (10/1/2016)

Khususnya adalah sisi laut, menurut Khusari, dibutuhkan banyak pegawai di kawasan pelabuhan. Hal ini dikarenakan fokus Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menjadikan sektor maritim sebagai salah satu kekuatan ekonomi Indonesia.

"Karena kan untuk aspek pengawasan, di laut sekarang perlu banyak pegawai," jelasnya.

Sementara untuk jenjang pendidikan yang diterima cukup beragam, mulai dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Diploma hingga Strata 1 (S1). Khusari menyatakan level pendidikan yang dicari nantinya disesuaikan dengan posisi yang diinginkan.

"Sebetulnya porsinya ada, tapi paling banyak D1, D3 untuk pelayanan, jurusannya kan perkapalan. Terus kalau administrasi ya jurusannya perbendaharaan, tapi kalau dari internal kan ada D3. SMA juga bisa tapi disekolahkan lagi ke S1 buat menambah pengetahuan soal kepabeanan," terangnya.

Di sisi lain, untuk berseragam Bea Cukai, ternyata bukan persoalan mudah. Para calon pegawai harus mengikuti serangkaian tes tertulis hingga pendidikan semi militer bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus), TNI AD.

Masih kata Kushari, calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) DJBC awalnya harus mengikuti tes administrasi dan tes tertulis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), bersamaan dengan calon PNS lainnya.

Selanjutnya, para calon yang lulus akan mengikuti pendidikan di Ditjen Bea Cukai yang bekerjasama dengan Kopassus. Pelatihan semi militer akan diberikan karena tugas pegawai Bea Cukai cukup berat, terutama yang berada di wilayah perbatasan.

"Ini kita sebut dengan Kesamaptaan, pelatihnya dari Kopassus. Biasanya 5 minggu," kata Kushari.

Tidak hanya itu, dalam pelatihan juga akan diberikan pendidikan untuk keahlian khusus. Misalnya tugas yang akan dijalankan sebagai intelijen, maka perlu pelatihan intelijen. Begitu juga soal perkapalan dan yang lainnya.

"Kalau intelijen ya diberikan pelatihan intelijen. Kalau Anak Buah Kapal (ABK) ditambahin lagi kemampuan kapal, melaut. Jadi spesifikasinya lagi," terangnya.

Proses tersebut ditutup dengan pemeriksaan kesehatan. Ini bisa memungkinkan calon pegawai tidak lulus, bila ternyata tidak memenuhi standar yang ada. (dtf/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...