OPLOS: Salah satu pekerja sedang mempraktekkan cara mengoplos elpiji dihadapan petugas. foto: catur andy erlambang/ BANGSAONLINE
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kendati sering dilakukan pengerebekan dan penangkapan tersangka pengoplos elpiji, tetapi praktek ilegal yang menjanjikan keuntungan besar tersebut masih marak di Sidoarjo. Apalagi, pengusaha elpiji oplosan selalu berhasil kabur ketika ada gerebekan yang dilakukan petugas.
Buktinya, jajaran Sat Reskrim Polres Sidoarjo, menggerebek sebuah gudang tua di Desa Kebonsari Kecamatan Candi, yang digunakan sebagai tempat pengoplosan gas elpiji ilegal, Kamis (07/1). Hasilnya, petugas hanya mengamankan 5 pekerja yang sedang melakukan aktivitas pengoplosan gas elpiji tabung 3 Kg bersubsidi ke tabung ukuran 12 Kg dan 50 Kg non subsidi.
BACA JUGA:
- Sidang Penggelapan Kasur di Sidoarjo: 7 Ponpes Sudah Bayar Lunas, Tapi Uang Rp620 Juta Tak Disetor
- Diduga Dipicu Klakson, Pria di Waru Sidoarjo Sabet Pengendara Mobil dengan Celurit
- Kasus Perusakan Makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejari Sidoarjo
- Rumah Bertuliskan 'Dijual' Jadi Markas Gas Oplosan, Sindikat di Sidoarjo Raup Puluhan Juta
Kasat Reskrim Polres Sidoarjo, AKP Muh Wahyudin Latif menjelaskan, penggerebekan gudang tempat pengoplosan gas elpiji ilegal tersebut hasil dari penyidikan yang dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat karena curiga dengan aktivitas di dalam gudang itu.
“Kita mendapat laporan dari masyarakat kalau mereka curiga sering ada kendaraan mobil box dan pick up yang keluar masuk gudang tua itu mengangkut abung elpiji 3 Kg, 12 Kg dan 50 Kg. Warga juga sering mencium bau gas elpiji yang ditimbulkan dari dalam gudang tersebut. Kita buktikan kalau memang gudang ini digunakan untuk pengoplosan gas elpiji ilegal yang dimiliki oleh warga berinisial GF,” ujarnya.
AKP Muh Wahyudin Latif menjelaskan, modus pelaku melakukan pengoplosan gas elpiji itu dengan cara memindahkan isi gas elpiji tabung 3 Kg bersubsidi yang dipindahkan menggunakan alat regulator ke tabung ukuran 12 dan ukuran 50 kg. Setiap harinya para pekerja ini dapat memproduksi puluhan hingga ratusan tabung gas elpiji ukuran 12 Kg dan 50 Kg.
“Tabung gas elpiji oplosan tersebut kemudian didistribusikan oleh pemilik berinisial GF di wilayah Sidoarjo,” jlentrehnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




