KH Imam Buchori penasehat Tretan Biosaka Ibnu Cholil Madura saat melakukan penyemprotan cairan Biosaka
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Komunitas Tretan Biosaka Ibnu Cholil Madura memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan menggelar aksi bakti sosial di sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS), Sabtu (6/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para relawan melakukan penyemprotan cairan Biosaka pada tumpukan sampah sebagai upaya membantu mengurangi bau tidak sedap dan gangguan lalat di lingkungan sekitar.
BACA JUGA:
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
- Diduga Keracunan Puluhan Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan Dirawat Usai Santap MBG
Aksi sosial itu dipimpin langsung oleh KH Imam Buchori, cicit ulama kharismatik Madura, Syaikhona Kholil Bangkalan.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran kegiatan adalah TPS 3R di kawasan pinggiran Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan.
Bersama para relawan, KH Imam Buchori turun langsung melakukan penyemprotan cairan Biosaka pada tumpukan sampah yang menggunung di lokasi tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus ikhtiar menciptakan kawasan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
"Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Ibnu Cholil Madura melakukan bakti sosial dengan menyemprotkan cairan Biosaka pada tumpukan sampah. Harapannya, bau tidak sedap dapat berkurang dan lalat yang selama ini mengganggu dapat diminimalkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, Biosaka yang digunakan merupakan Biosaka level satu yang dikenal ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan berbahaya bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya.
"Biosaka yang kami gunakan adalah Biosaka level satu. Ini bukan bahan kimia berbahaya, melainkan hasil pengembangan yang selama ini dikenal memiliki banyak manfaat. Selain membantu mengurangi bau, juga dapat membantu mengusir lalat dan mendukung lingkungan yang lebih nyaman," jelasnya.
KH Imam Buchori menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai cara yang aman dan berkelanjutan.
"Penyemprotan ini tidak membahayakan manusia, hewan maupun tumbuhan. Justru kami berharap dapat membantu mengurangi berbagai faktor yang mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi pembuangan sampah," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pekerja TPS 3R, Abdul Kholil, mengaku merasakan perubahan setelah penyemprotan dilakukan Dia mengaku bau menyengat dari tumpukan sampah mulai berkurang.
"Saya setiap hari bekerja di sini, sehingga sangat paham kondisi dan bau yang berasal dari sampah. Setelah dilakukan penyemprotan, bau yang biasanya cukup menyengat terasa mulai berkurang," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Tretan Biosaka Ibnu Cholil Madura berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat. (uzi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




