BMKG Tuban Peringatkan Gelombang Laut Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Waspada

BMKG Tuban Peringatkan Gelombang Laut Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Waspada Kondisi pantai perairan Tuban

TUBAN,BANGSAONLINE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () melalui Kantor Meteorologi mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan tinggi gelombang laut di perairan Laut Jawa yang berdampak pada wilayah pesisir Kabupaten

Kondisi tersebut telah berlangsung dalam dua hari terakhir dan mulai memengaruhi aktivitas nelayan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi , Arbi Susilo Widayat, menjelaskan peningkatan tinggi gelombang dipicu oleh kecepatan angin yang cukup tinggi di wilayah Laut Jawa.

"Berdasarkan analisis kami, kondisi angin di wilayah Laut Jawa sejak Kamis hingga Sabtu terpantau berada pada kisaran 19 hingga 35 knot. Kecepatan angin yang cukup kencang inilah yang menjadi faktor utama pemicu peningkatan tinggi gelombang di perairan Laut Jawa, termasuk yang berdampak langsung ke wilayah pesisir kita," ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, tinggi gelombang di wilayah pesisir Kabupaten saat ini berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk kategori sedang.

"Kami mencatat peningkatan tinggi gelombang laut di pesisir Kabupaten berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Kami sangat menaruh perhatian besar terhadap dampak yang ditimbulkan dari fenomena gelombang tinggi ini, khususnya bagi warga yang beraktivitas di wilayah pesisir," katanya.

mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan warga yang beraktivitas di laut, untuk meningkatkan kewaspadaan dan sementara waktu mengurangi aktivitas pelayaran maupun kegiatan lainnya di perairan hingga kondisi cuaca kembali membaik.

Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau perkembangan cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi guna mengantisipasi potensi risiko yang dapat ditimbulkan.

"Kami berharap masyarakat selalu memperbarui informasi mengenai kondisi gelombang dan cuaca terkini melalui layanan resmi kami. Berdasarkan prakiraan, kondisi gelombang tinggi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga 10 Juni 2026," pungkas Arbi. (van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BMKG Beri Pernyataan Tentang Penyebab Panas Terik di Wilayah Indonesia':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO