TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pembuat konten video viral seorang petani yang terbang menggunakan drone di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menghapus video tersebut dari media sosial.
Pernyataan maaf ini disampaikan langsung oleh Budianto, pemilik akun TikTok @mbahkaruhon, bersama Daeman (51), petani sekaligus rekan kerjanya yang menjadi sosok "terbang" dalam video tersebut. Mereka mengakui bahwa tindakan menerbangkan manusia menggunakan drone pertanian adalah kesalahan besar yang sangat berbahaya.
"Kami berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut karena dapat mengakibatkan kecelakaan atau cedera serius yang bisa berakibat fatal," kata Budianto, Sabtu (11/7/2026).
Budianto yang juga pengelola kebun pisang cavendish di Tuban ini menjelaskan bahwa video tersebut diambil di kawasan persawahan Jalan Banaran-Sugihan, Kecamatan Merakurak, Tuban, pada Sabtu (4/7/2026) lalu.
Ia menegaskan aksi nekat itu sama sekali bukan bagian dari operasional resmi perusahaan, melainkan murni keisengan spontan demi kebutuhan konten media sosial. Ide tersebut muncul karena dirinya penasaran dengan daya angkat drone logistik yang biasa mereka gunakan di perkebunan.
"Awalnya hanya iseng, karena penasaran drone ini mampu mengangkat beban sekitar 60 sampai 70 kilogram, ternyata bisa," jelas Budianto.
Drone berukuran besar tersebut sebenarnya merupakan alat transportasi logistik pertanian untuk mengangkut barang menuju area kebun pisang, bukan untuk mengangkut manusia.
Proses permohonan maaf dan klariļ¬kasi ini dilakukan langsung di lokasi pembuatan video dengan didampingi oleh petugas kepolisian dari Polsek Merakurak, Tuban.
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Iksan, membenarkan bahwa polemik video viral tersebut saat ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan setelah pemilik akun menunjukkan iktikad baik.
"Kejadian itu sudah selesai, yang bersangkutan sudah meminta maaf dan menyadari kesalahannya," kata Iksan dikutip dari Kompas.com, Minggu (12/7/2026). (tbn/rev)










