Kapal kontainer MSC Francesca yang tertahan di selat Hormuz
BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Tiga anak buah kapal (ABK) asal Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan dilaporkan masih tertahan di Selat Hormuz selama kurang lebih satu bulan akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah.
Ketiganya merupakan kru kapal kontainer MSC Francesca milik Mediterranean Shipping Company (MSC).
Mereka masing-masing bernama Mashudi Nasir yang bertugas sebagai juru mudi, Hariri Samlan sebagai juru masak, dan Muhammad Ahyarama yang juga bertugas sebagai juru mudi.
Kepala Desa Lajing, Moksin, mengatakan ketiga warganya berada dalam kondisi baik. Namun, komunikasi dengan keluarga di kampung halaman sangat terbatas.
“Seminggu sekali mereka hanya dapat jatah telepon satelit lima menit dari kapal, Insya Allah tidak ada masalah, hanya imbas dari situasi di Selat Hormuz,” jelas Moksin, Selasa (02/06/2026).
Keterbatasan komunikasi membuat keluarga kesulitan memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi para ABK.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan keluarga yang menunggu kepulangan mereka.
Moksin menjelaskan, Desa Lajing dikenal sebagai desa pelaut. Sekitar 90 persen laki-laki di desa tersebut bekerja di sektor pelayaran dan merantau ke berbagai wilayah.
Karena itu, setiap kali muncul persoalan yang menimpa ABK asal desa tersebut, warga biasanya menghubungi dirinya untuk meminta bantuan.
Selain menjabat sebagai kepala desa, Moksin juga merupakan mantan pelaut dan pernah bekerja di bidang keagenan pelayaran.
Ia mengaku terus berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan agency di Cirebon untuk membantu mencari solusi atas kondisi yang dialami ketiga ABK tersebut.
Sementara itu, keluarga para ABK masih berharap mereka dapat segera kembali berlayar atau pulang dengan selamat setelah situasi memungkinkan.
“Agency-nya tidak diam, mereka bertanggung jawab. Saya paham betul posisi ABK karena pernah mengalami hal serupa,” tandasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




