Dr KH Israqunnajah atau Gus Is, Ketua PCNU Kota Malang. Foto: dok. PCNU Kota Malang
“Ini uang bisyarah selama menjadi ketua (PCNU). Ya ada dari… (Gus Is menyebut warga NU hingga panitia kondangan). Merasa bukan hak saya karena mengundang atas nama ketua PCNU. Ya amplop ini saya simpan di tas. Jadi tidak pernah saya buka, apalagi menghitung jumlahnya,” tambah dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Kota Malang itu.
Karuan saja semua panitia terharu. Tas itu berisi penuh amplop.
“Banyak sekali. Tidak tertata rapi amplop-amplop itu. Khas diletakkan sekenanya. Lantas satu per satu kami membuka amplop-amplop itu. Menghitung duit di dalamnya. Ada yg bagian mencatat. Lama sekali ngitung dan membuka amplop-amplop itu. Karena ada yang puluhan ribu, ratusan ribu, hingga jutaan. Masyaallah,” tulis Khoirul Anwar.
"Berapa Mas totalnya?" tanya Gus Is kemudian.
"Total 103 juta Gus," jawab Khoirul Anwar girang.
Sisa uang itu selain dipakai untuk beli karpet lantai tiga kantor PCNU Kota Malang juga untuk membeli cindera mata berupa tas cangklong panitia dan seluruh pengurus PCNU, Banom, Lambaga dan tentu juga peserta Konfercab yang jumlahnya sekitar 650 orang.
"Mas, jangan bilang ke siapa pun ya asal uang ini. Biar tidak menjadi fitnah," pesan Gus Is.
Tapi ternyata informasi itu tak bisa dibendung.
Gus Is yang juga menjabat Wakil Rektor IV UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu memang sangat iffah. Ia selalu mengendalikan diri untuk menjaga kehormatan dan moral atau semua hal yang dilarang atau merendahkan muruah atau marwah. Karena itu ia tidak pernah menggunakan fasilitas negara untuk urusan di luar fungsinya.
“Bahkan dalam sehari-harinya memakai mobil Honda Freed tua. Yang itu pun masih belum lunas cicilannya. Dengan segala kesibukannya juga masih ngurus NU, MUI, kampus, dua pondok pesantrennya (Nurul Huda Mergosono dan Joyosuko),” tulis Khoirul Anwar lagi.
Gus Is memang pemimpin NU yang selalu tampil bersahaya dan familiar. Tampaknya pemimpin model inilah yang dibutuhkan warga NU di tengah kemelut PBNU yang terus konflik tak berkesudahan seperti sekarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




