Amirulhaj Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dan para Amirulhaj lainnya serta Menteri Haji dan Umrah RI Dr Mochammad Irfan Yusuf. Foto: M. Sulthon Neagara/bangsaonline
Menurut Kiai Asep, kebanyakan haji orang Indonesia merupakan haji tamattu’. Nah, haji tamattu juga dikenakan dam sekitar 720 hingga 750 riyal.
Kiai Asep – sekali lagi - menegaskan bahwa taushiah itu ia sampaikan agar petugas tidak mendapat beban dam ganda atau dobel. Pada satu sisi mereka kena dam karena haji tamattu, pada sisi lain mereka juga kena dam karena ihram tapi memakai pakaian seragam.
“Karena kalau petugas menggunakan seragam, maka mereka akan dikenakan dam dobel, yakni sekitar 1.500 riyal,” ujarnya.
Kiai Asep juga memberikan taushiah kepada para jemaah haji. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu berpesan agar para jemaah haji membawa kurma saat Armuzna. Ini untuk antisipasi jika jemaah telat makan, sehingga mereka bisa mengonsumsi kurma.
“Seandainya tidak berat, ada makanan yang bisa membuat tubuh kita kuat, apa itu? Kurma. Membawa kurma 1 kilogram itu sudah cukup selama Armuzna, misalnya telat makan, itu bisa teratasi oleh kurma walaupun beberapa hari di Armuzna. Kurma itu cukup membuat tubuh kita kuat,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




