SURABAYA,BANGSAONLINE.com - PDI-P Surabaya memilih cara berbeda dalam memperingati Hari Buruh Sedunia 2026 dengan menggelar aksi sosial bagi pengemudi ojek online perempuan di kantor DPC PDIP Surabaya, Jumat (1/5/2026).
Sebanyak 250 pengemudi ojol perempuan dari berbagai wilayah di Surabaya hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain menerima paket sembako, mereka juga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pemangku kebijakan.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDIP Tri Rismaharini serta Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji.
Keduanya berdialog dengan peserta, menyerap berbagai keluhan mulai dari kebutuhan hunian layak, perlindungan kerja, hingga akses layanan BPJS.
Armuji menegaskan pihaknya membuka ruang pengaduan setiap hari dan berkomitmen menindaklanjuti laporan yang masuk.
“Kalau ada kesulitan, kami tidak hanya menunggu, tapi juga turun langsung ke lapangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja rentan, termasuk buruh dan pengemudi ojek online.
Menurutnya, meski upah minimum kota (UMK) Surabaya relatif tinggi, aspek kesejahteraan lain seperti jaminan kesehatan, cuti, dan perlindungan kerja tetap harus diperhatikan.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifuddin Zuhri menekankan bahwa momentum Hari Buruh harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pekerja.
“Kelompok buruh, termasuk ojol, perlu mendapat perhatian lebih. Mulai dari kebutuhan dasar, hunian, hingga jaminan sosial seperti BPJS,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PDIP Surabaya menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak hanya sebatas seremoni, tetapi menjadi momen untuk hadir, mendengar, dan memperjuangkan kepentingan para pekerja di tengah dinamika ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




