Gubernur Khofifah ketika meninjau kegiatan di UPT PTKK Dindik Jatim.
“Sertifikat kompetensi bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi pengakuan resmi atas keahlian yang dimiliki dan menjadi nilai tambah dalam memasuki dunia kerja,” kata Khofifah.
UPT PTKK juga mengembangkan pelatihan di berbagai bidang, mulai teknik mesin, otomotif, tata boga, hingga desain grafis dan animasi.
Program Mobile Training Unit (MTU) dalam skema MILEA turut dihadirkan untuk menjangkau siswa di daerah dengan keterbatasan fasilitas praktik.
Sementara itu, Kepala DIndik Jatim, Aries Agung Paewai, menambahkan UPT PTKK diarahkan sebagai center of excellence atau 'Bengkel SDM' yang mencetak tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
“Standar industri harus benar-benar dihadirkan dalam proses pembelajaran. Sertifikasi yang diperoleh siswa harus relevan dan mampu menjembatani keterserapan kerja mereka,” ucapnya.
Di akhir, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hasil instan, melainkan buah pembinaan berkelanjutan.
“Kita ingin memastikan pendidikan vokasi benar-benar melahirkan talenta unggul yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing di tingkat global. Inilah wujud nyata Jatim Cerdas,” pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




