Gubernur Khofifah ketika meninjau kegiatan di UPT PTKK Dindik Jatim.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menegaskan komitmen penguatan sumber daya manusia (SDM) vokasi melalui capaian Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (UPT PTKK) Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim yang meraih dua penghargaan nasional.
UPT PTKK dinobatkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Terbaik 2025 bidang Fotografi oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia, serta TUK Terbaik dari Forum LSK dengan persentase kelulusan tertinggi secara nasional.
BACA JUGA:
- Komitmen Berikan Hunian Layak, Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Terbaik I Program Rutilahu di Jatim
- Pemprov Jatim Raih Opini WTP ke-11, Ning Lia Puji Komitmen Gubernur Khofifah
- 296 Ribu Calon Murid di Jawa Timur Dapat PIN SPMB 2026
- Pemprov Jatim Siapkan 1.100 Beasiswa Santri, Kini Hadir Jalur STEM dan Al-Azhar
“Penghargaan ini menjadi validasi bahwa pembinaan vokasi di Jawa Timur berjalan secara konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan,” kata Khofifah, Senin (20/4/2026).
Khofifah menegaskan, capaian ini menunjukkan keseriusan Pemprov Jatim menyiapkan SDM unggul yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha, industri, dan kerja.
“Dunia kerja saat ini sangat kompetitif dan dinamis. Dibutuhkan individu yang memiliki keahlian spesifik, adaptif, serta mampu menguasai teknologi baru,” ujarnya.
UPT PTKK disebut memiliki peran strategis sebagai garda terdepan mencetak tenaga terampil sesuai misi Jatim Cerdas.
Selain pusat pelatihan, UPT PTKK juga berfungsi sebagai TUK resmi yang menyelenggarakan sertifikasi berbasis KKNI bagi siswa SMK, SMA Double Track, PKPLK, dan masyarakat umum.
Pada bidang fotografi, partisipasi sertifikasi mencapai 300 siswa, menjadikan Jawa Timur salah satu daerah dengan lulusan terbanyak secara nasional.
“Sertifikat kompetensi bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi pengakuan resmi atas keahlian yang dimiliki dan menjadi nilai tambah dalam memasuki dunia kerja,” kata Khofifah.
UPT PTKK juga mengembangkan pelatihan di berbagai bidang, mulai teknik mesin, otomotif, tata boga, hingga desain grafis dan animasi.
Program Mobile Training Unit (MTU) dalam skema MILEA turut dihadirkan untuk menjangkau siswa di daerah dengan keterbatasan fasilitas praktik.
Sementara itu, Kepala DIndik Jatim, Aries Agung Paewai, menambahkan UPT PTKK diarahkan sebagai center of excellence atau 'Bengkel SDM' yang mencetak tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
“Standar industri harus benar-benar dihadirkan dalam proses pembelajaran. Sertifikasi yang diperoleh siswa harus relevan dan mampu menjembatani keterserapan kerja mereka,” ucapnya.
Di akhir, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hasil instan, melainkan buah pembinaan berkelanjutan.
“Kita ingin memastikan pendidikan vokasi benar-benar melahirkan talenta unggul yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing di tingkat global. Inilah wujud nyata Jatim Cerdas,” pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





