Petugas gabungan saat melakukan evakuasi korban daro dalam sumur
NGAWI,BANGSAONLINE.com - Seorang petani ditemukan meninggal dunia di dalam sumur sawah di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Jumat (17/4/2026), diduga akibat terpeleset saat beraktivitas.
Korban diketahui bernama Muchlas (68), warga setempat, yang ditemukan dalam kondisi tertelungkup di dasar sumur dengan kedalaman sekitar tiga meter.
Proses evakuasi jenazah berlangsung selama kurang lebih dua jam karena kondisi sumur diduga mengandung gas beracun yang membahayakan petugas.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga setelah korban tidak kunjung pulang sejak pagi hari.
Menurut keterangan warga bernama Kamiran, korban sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke sawah sambil membawa tangki semprot berisi pestisida.
“Sejak pagi berangkat ke sawah, tapi sampai sore tidak pulang. Keluarga kemudian mencari dan menemukan tangki semprot berada di atas sumur,” ujar Kamiran.
Saat dilakukan pengecekan ke dalam sumur, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib untuk penanganan lebih lanjut.
Karena diduga terdapat gas beracun di dalam sumur, proses evakuasi melibatkan tim SAR dengan penggunaan peralatan khusus.
Petugas terlebih dahulu melakukan penanganan terhadap kondisi udara di dalam sumur sebelum mengevakuasi jenazah korban.
Koordinator tim SAR, Broto Sanjoyo, mengatakan proses evakuasi berjalan cukup sulit akibat kondisi berbahaya di dalam sumur.
“Evakuasi membutuhkan waktu sekitar dua jam karena adanya gas beracun, sehingga petugas harus menggunakan peralatan khusus,” jelasnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan visum luar oleh pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dugaan sementara, korban terpeleset dan jatuh ke dalam sumur saat beraktivitas di area persawahan. Selain itu, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit menahun. (nal/van)





