Jemaah calon haji tertua asal Ngawi, Suratmi saat berada di kediamannya
NGAWI,BANGSAONLINE.com - Salah satu jemaah calon haji (JCH) tertua asal Ngawi, Suratmi (87), akhirnya mewujudkan impiannya berangkat ke Tanah Suci tahun ini setelah menabung dari hasil usaha pertanian selama bertahun-tahun.
Warga Desa Kandangan, Kabupaten Ngawi tersebut tercatat sebagai JCH tertua di wilayahnya.
BACA JUGA:
- Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Dipulangkan, Koper Ditimbang Dua Hari Sebelum Terbang
- Berangkat Tanpa Pendamping, Jemaah Haji Lansia 84 Tahun Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026
- Pesawat Alami Kendala Teknis, Kemenhaj Pastikan Jemaah Haji Kloter KJT-04 Pulang dengan Aman
- Puluhan Ribu Jemaah Haji Indonesia Dipulangkan, Kemenhaj Ingatkan Larangan Bawa Zamzam di Koper
Di usia senja, ia tetap bersemangat mempersiapkan keberangkatan, mulai dari pakaian hingga perlengkapan ibadah yang telah disiapkan sejak jauh hari.
Suratmi mengungkapkan, ia mendaftar haji bersama suaminya pada 2018. Namun, keinginan berangkat bersama tidak terwujud setelah sang suami meninggal dunia. Kini, salah satu anaknya akan mendampingi selama menjalankan ibadah haji.
Perjalanan menuju keberangkatan tidaklah mudah. Suratmi sempat mengalami kecelakaan tertabrak sepeda motor yang berdampak pada kondisi kesehatannya, terutama pada bagian kaki. Akibatnya, ia tidak dapat mengikuti beberapa kali manasik haji.
“Saya tetap ingin berangkat haji, meskipun kondisi sudah seperti ini,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Suratmi menjadi jemaah calon haji tertua tahun ini.
Seluruh JCH asal Ngawi dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo pada 27 April mendatang.
Kisah Suratmi menjadi bukti bahwa keterbatasan usia dan kondisi fisik tidak menghalangi seseorang untuk mewujudkan niat menunaikan ibadah haji. (nal/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




