Kamis, 28 Mei 2020 21:59

Nasib Pohon Beringin Kota Malang: Dicat, Diprotes, Akhirnya Cat Dikerok Kembali

Jumat, 20 November 2015 22:14 WIB
Nasib Pohon Beringin Kota Malang: Dicat, Diprotes, Akhirnya Cat Dikerok Kembali
Petugas DKP Kota Malang sibuk menghapus cat yang sudah ada di pohon beringin di Alun-alun Kota Malang.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Agar tak tampak angker, pohon beringin tua di Alun-alun Kota Malang dicat warna-warni oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang. Setelah tampak warna-warnai justru banyak menimbulkan protes. DKP pun kini sibuk menghapus cat itu lagi.

Awalnya, pohon yang kokoh berdiri dan rindang di depan kantor pos itu tak lagi terlihat abu-abu tua kusam. Pohon itu terlihat warna kuning, biru kombinasi orange menutup bagian kulit luar pohon berdiri sisi selatan alun-alun di jantung kota itu. DKP Kota Malang berdalih pengecatan untuk menghilangkan kesan angker. Namun, langkah ini justru mendapatkan kritikan keras masyarakat di media sosial.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Erik Setyo Santoso mengungkapkan, pengecatan dilakukan merespon keluhan warga. Di mana lokasi pohon berada dekat playground atau wahana mainan anak-anak dianggap angker.

Untuk menghilangkan kesan angker, akhirnya seluruh batang pohon beserta akarnya dicat. "Banyak warga mengeluh, anak mereka sawanen setelah diajak bermain di playground dekat pohon beringin itu. Makanya dicat," kata Erik dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/11).

Dia mengungkapkan, inisiatif mengecat banyak warna untuk memberikan kesan menarik bagi anak-anak. Pihaknya juga berdalih bahan cat yang digunakan aman dan tidak membahayakan. "Dan tidak luntur," tegas Erik.

Karis Prihartono satu warga yang kebetulan tengah berada di lokasi, turut mengkritik langkah Pemkot Malang mengecat tumbuhan. Selain akan merusak pertumbuhan pohon juga mengurangi estetika. "Mestinya jangan dicat, walaupun dengan alasan menghilangkan kesan angker," ungkap dia.

Menurut dia, jika memang ingin menampilkan kesan menarik dan mengedepankan seni bisa menggunakan media lain, tetap nantinya dibalut dengan beragam cat.

"Pakai media lain juga bisa kalau ingin juga nanti mengecat beragam warna," tutur warga Kepanjen ini.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur turut angkat bicara, pengecatan pohon Beringin dianggap tidak lazim. Mereka memandang, alun-alun merupakan ruang terbuka hijau dan pohon merupakan benda hidup alami dan sesuai dengan peraturan hal itu sangat melukai pohon.

"Yang boleh diperindah itu adalah benda yang sifatnya buatan atau artifisial, kalau pohon saya kira tidak lazim sama sekali," kata juru bicara Walhi Purnawan D Negara.

Ditambahkan, efek pengecatan pohon itu, lanjut pria yang akrab disapa Pupung tersebut selain mengganggu nilai ekologi juga besar kemungkinan membuat pohon itu mati. "Kalau catnya ada bahan kimia seperti thinner, dan sebagainya, pasti akan mengganggu kehidupan pohon disana," tandas dia.

Banjirnya kritikan memaksa DKP mengupas bahan cat yang sudah diwarnakan ke batang pohon. Proses penggerokan sampai kini masih dilakukan. (dtm/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...