Presiden Rusia Tawarkan Diri jadi Penengah Konflik Negara Teluk dengan Iran

Presiden Rusia Tawarkan Diri jadi Penengah Konflik Negara Teluk dengan Iran Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan Dewan Negara Tertinggi Negara Persatuan Rusia dan Belarus di Moskow, Rusia, 26 Februari 2026. Foto: REUTERS/Ramil Sitdikov/Pool

Dalam pembicaraan via telepon dengan Emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, Kremlin mengungkapkan bahwa Presiden Putin dan Emir telah membahas kekhawatiran bersama mengenai potensi meluasnya dan risiko keterlibatan negara-negara lain.

Sementara itu, kepada Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, Putin menegaskan kesiapan untuk melakukan segala upaya yang diperlukan guna menstabilkan situasi di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Putin mengutuk atas pembunuhan Pimpinan Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Kementerian Luar Negeri menuduh dan Israel telah menjerumuskan Timur Tengah "ke dalam jurang eskalasi yang tak terkendali."

Namun, Moskow juga ingin tidak ribut dengan pemerintahan Presiden Donald Trump karena Washington menjadi penengah perundingan perdamaian dengan Ukraina. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow ingin perundingan tersebut dilanjutkan.

"Kami memiliki kepentingan sendiri yang harus kami lindungi, dan merupakan kepentingan kami untuk melanjutkan negosiasi ini (mengenai Ukraina)," kata Peskov. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO