Gubernur Khofifah saat membagikan snack dan minuman secara gratis kepada warga. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE.com
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah dan menyerahkan bantuan sosial di Kabupaten Kediri, Minggu (1/3/2026), sebagai upaya pengendalian inflasi dan penguatan kesejahteraan masyarakat menjelang Idulfitri.
Kegiatan pasar murah berlangsung di Halaman Gedung Serbaguna, Kelurahan Pare, Kabupaten Kediri. Agenda tersebut merupakan bagian dari program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan Jawa Timur 2026.
BACA JUGA:
- Sering Mengamuk dan Ludahi Pengguna Jalan, ODGJ di Kediri Dibawa ke RSJ Lawang
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
- Tinjau Pasar Banjarejo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha 2026
- Wali Kota Kediri Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung 20 Juni
Sekitar 400 warga menghadiri kegiatan tersebut. Khofifah yang didampingi Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa membagikan beras SPHP dan daging ayam secara cuma-cuma kepada lansia dan ibu menyusui. Warga juga menerima makanan ringan dan minuman gratis.
Setelah pembagian bantuan, warga yang telah mengantre diperkenankan membeli sejumlah komoditas pangan dan produk industri kecil menengah (IKM), seperti beras, Minyakita, telur ayam, gula pasir, bawang merah, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau.
Kepada wartawan, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa jangkauan pasar murah ini merupakan upaya pengendalian inflasi sekaligus stabilisasi harga.
"Jadi kalau ayam (dipasaran) rata seharga Rp. 42 ribu perkilo, disini dijual Rp. 30 ribu/kilo. Kalau Telor rata-rata Rp. 30 ribu/kilo, disini dijual Rp. 22 ribu/kilo. Gula disini dijual Rp.14 ribu/kilo, kalau di pasar Rp. 17 ribu/kilo. Minyak Kita dijual Rp. 13 ribu/kilo, di pasar Rp.16.800/kilo, cabe rawit harga dipasaran harganya Rp. 80-85 ribu/kilo, di pasar murah ini dijual Rp.40 ribu/kg, tapi dijualnya per ons,"katanya.
Harapannya digelarnya pasar murah ini, lanjut Khofifah, adalah keterjangkauan pemenuhan kebutuhan masyarakat relatif bisa disuport.
"Program ini adalah program subtitusi, jadi apa yang dilakukan Kabupaten/Kota, (sedangkan) yang dilakukan Pemprov sifatnya adalah Intervensi secara nomen mentalitas (tindakan campur tangan (intervention) yang bertujuan mengubah pola pikir (mindset) watak, atau suasana kejiwaan (mentality) seseorang atau kelompok).
Ditambahkan Khofifah, menjelang Idul Fitri ini, Pemprov bersama BI juga meluncurkan mobil Epic (Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota) dimana mobil ini diluncurkan untuk menstabilkan harga pangan dengan mendistribusikan kebutuhan pokok (beras dan minyak).
Sebelum menghadiri kegiatan pasar murah di Pare, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Laras di Desa Butuh , Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.
Ditempat ini, Gubernur menyerahkan bantuan kepada ratusan penerima bantuan sosial dalam agenda Sapa Bansos.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




