Kepada wartawan, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa jangkauan pasar murah ini merupakan upaya pengendalian inflasi sekaligus stabilisasi harga.
"Jadi kalau ayam (dipasaran) rata seharga Rp. 42 ribu perkilo, disini dijual Rp. 30 ribu/kilo. Kalau Telor rata-rata Rp. 30 ribu/kilo, disini dijual Rp. 22 ribu/kilo. Gula disini dijual Rp.14 ribu/kilo, kalau di pasar Rp. 17 ribu/kilo. Minyak Kita dijual Rp. 13 ribu/kilo, di pasar Rp.16.800/kilo, cabe rawit harga dipasaran harganya Rp. 80-85 ribu/kilo, di pasar murah ini dijual Rp.40 ribu/kg, tapi dijualnya per ons,"katanya.
Harapannya digelarnya pasar murah ini, lanjut Khofifah, adalah keterjangkauan pemenuhan kebutuhan masyarakat relatif bisa disuport.
"Program ini adalah program subtitusi, jadi apa yang dilakukan Kabupaten/Kota, (sedangkan) yang dilakukan Pemprov sifatnya adalah Intervensi secara nomen mentalitas (tindakan campur tangan (intervention) yang bertujuan mengubah pola pikir (mindset) watak, atau suasana kejiwaan (mentality) seseorang atau kelompok).










