Plt Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj, Dani Pramudya, ketika memberi keterangan pers. Foto: MCH 2026
BANGSAONLINE.com - Plt Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dani Pramudya, menyampaikan jumlah jemaah haji Indonesia yang sakit usai puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada musim haji tahun ini, tercatat 210 jemaah dirawat, sementara pada musim haji 2025 mencapai 300 jemaah. Menurut Dani, penurunan angka kesakitan tidak lepas dari kebijakan Kemenhaj memperketat istitha’ah kesehatan sejak sebelum keberangkatan.
“Alhamdulillah, dengan peraturan istitha’ah ini, kita banyak juga seleksi di embarkasi,” ujarnya di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah pada Kamis (4/6/2026).
Ia menyatakan, sekitar 300 calon jemaah dinyatakan tidak laik terbang saat pemeriksaan di embarkasi, sehingga gagal berangkat ke Tanah Suci.
“Alhamdulillah dengan pengetatan istitha’ah ini, membuat angka kesakitan juga berkurang,” tuturnya.
Dani memaparkan, penyakit yang paling banyak diderita jemaah haji tahun ini adalah sesak napas, terutama dialami jemaah lanjut usia yang kelelahan atau memiliki riwayat penyakit paru-paru. Selain itu, serangan jantung juga menjadi kasus yang muncul, dipicu riwayat hipertensi dan diabetes. (msn/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




