Tangkapan layar video keributan antarkader di DPD Golkar Pamekasan
Ketegangan internal tersebut turut disorot Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Golkar Pamekasan, Bambang Chairul Huda.
Dirinya menyebut adanya pergantian mendadak terhadap tujuh sekretaris PK yang dinilai ikut memperkeruh situasi.
“Ada PK yang ketuanya mendukung Djohan, sementara sekretarisnya mendukung Imam. Selain itu ada SK ganda, ada nama yang tidak cocok, bahkan ada SK yang tidak diserahkan,” jelas Bambang.
Menurut Bambang, demi menjaga soliditas partai, keputusan seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada pemilik suara dalam forum Musda.
“Lebih baik kedua calon diloloskan, lalu diputuskan secara demokratis di Musda,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Musda ke-XI, Imam Syafii Yahya, membantah adanya konflik serius di internal partai. Ia menilai video viral tersebut hanya menggambarkan dinamika emosional sesaat.
“Teman-teman PK datang ke DPD untuk berdiskusi. Tidak ada niat ribut. Soal video itu, hanya kesalahpahaman dan sudah selesai,” ujar Imam.
Ia menambahkan, Steering Committee (SC) telah menjadwalkan klarifikasi terhadap PK yang memiliki dukungan ganda di lima kecamatan, yakni Pasean, Batumarmar, Pamekasan, Galis, dan Pakong, serta mengimbau seluruh kader menjaga suasana kondusif.
“Kami ingin Musda ke-XI ini berjalan damai dan bermartabat,” pungkasnya. (dim/van)






