Salah satu korban arisan bodong di Kota Kediri saat menunjukkan bukti transaksi. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
Arisan ini disebut mulai berjalan sejak Juli 2025. RT bergabung pada awal November 2025.
"Saya ikut awal bulan November dan saya rugi Rp60 juta. Bagaimana yang ikut sejak Juli, tentu bisa rugi ratusan juta," akunya.
Diakatakan pula bahwa N telah didatangi untuk meminta uang, namun hanya diminta sabar. N berjanji akan mengembalikan modal saja. Para korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Kediri Kota, Polres Kediri, hingga Polda Jatim.
Pada 12 Desember 2025, puluhan peserta arisan mendatangi rumah N di Kelurahan Kampung Dalem dan sempat bertemu. Namun sehari kemudian, N sudah tidak bisa dihubungi dan rumahnya dikunci.
Hal serupa dialami E, korban lainnya. Ia tertarik karena dijanjikan keuntungan besar.
"Dengan membeli arisan Rp5 juta, bila dijual kembali bisa laku Rp8 juta. Awalnya berjalan baik, tapi sejak awal Desember 2025 arisan tidak jalan dan uang yang sudah disetor tidak bisa diminta lagi," ungkapnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




