GMNI Surabaya: Trisakti Bung Karno Relevan di Krisis Global

GMNI Surabaya: Trisakti Bung Karno Relevan di Krisis Global Ketua DPC GMNI Surabaya, Virgiawan Budi Prasetyo.

BANGSAONLINE.com - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 diingatkan agar tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat kemandirian bangsa di tengah krisis global dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Ketua DPC Surabaya, Virgiawan Budi Prasetyo, menekankan pentingnya penerapan konsep Trisakti Bung Karno sebagai arah pembangunan Indonesia.

"Konsep perjuangan bangsa Trisakti Bung Karno perlu diterapkan sebagai dasar arah pembangunan Indonesia. Gagasan ini sangat relevan di tengah kondisi global sekarang," ujarnya.

"Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi tolok ukur bahwasannya ekonomi Indonesia masih bergantung pada asing. Ini menjadi tantangan bagaimana pemerintah dapat menemukan solusi di kondisi saat ini," paparnya menambahkan.

Ia menilai, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar mencerminkan rapuhnya struktur ekonomi nasional yang masih bergantung pada impor bahan baku, arus modal asing, dan ekspor komoditas mentah. Pihaknya mengingatkan agar pemerintah berhati-hati menentukan arah kebijakan untuk memulihkan perekonomian Indonesia di tengah konflik geopolitik dan ancaman resesi global.

Virgi juga menekankan bahwa penjajahan modern tidak selalu melalui militer, tetapi bisa lewat dominasi budaya dan cara berpikir.

"Ketika sebagai mahasiswa acuh terhadap keadaan serta kondisi bangsa, pasif dalam melakukan diskusi di ruang-ruang intelektual akan menjadi mudah untuk dikuasai dalam segi politik dan ekonomi," katanya.

"Oleh karena itu pembangunan karakter bangsa, penguatan pendidikan nasional, serta melestarikan budaya-budaya bangsa merupakan salah satu penerapan Trisakti Bung Karno," sambungnya.

DPC Surabaya menegaskan generasi muda harus menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum konsolidasi gerakan rakyat untuk memperjuangkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, serta mengamalkan nilai-nilai Marhaenisme. (mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO