Denta Fatwa, Khadim Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur yang menjadi nara hubung acara Silaturahim Mustasyar di Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (6/12/2025). Foto: Tebuireng Online
Daftar tamu tersebut baru saya terima pukul 15.53 WIB. Pada Rabu, 03 Desember pukul 07.52 WIB, Gus Salam memerintahkan saya untuk merevisi daftar nama Mustasyar pada Lampiran agar disesuaikan dengan daftar Mustasyar pada surat Undangan Rapat Pleno PBNU yang akan diselenggarakan pada Selasa-Rabu, 09-10 Desember 2025.
Beliau juga meminta perubahan waktu pertemuan dari semula Sabtu, 06 Desember pukul 14.00 WIB, menjadi pukul 10.00 WIB, dengan pertimbangan jadwal Prof. KH. Ma’ruf Amin yang harus take off pada sore hari.
Selanjutnya, pada Rabu, 03 Desember pukul 13.32 WIB, Gus Salam menyampaikan informasi bahwa Rais ‘Aam tidak berkenan berada dalam satu forum dengan KH. Yahya C. Staquf. Oleh karena itu, Gus Salam memerintahkan agar dibuat dua sesi pertemuan: Sabtu, 06 Desember pukul 10.00 – 12.00 WIB: pertemuan Mustasyar dengan Rais ‘Aam.
Sabtu, 06 Desember pukul 13.00 – 15.00 WIB: pertemuan Mustasyar dengan KH. Yahya C. Staquf. Pada hari yang sama, pukul 19.09 WIB, Gus Salam menghubungi saya melalui telepon dan memerintahkan agar saya mengirimkan undangan kepada seluruh Mustasyar serta beberapa undangan Syuriyah dan Tanfidziyah atas nama Panitia.
Sebelum saya mengirimkan surat kepada nama-nama pada daftar undangan, pada Rabu, 03 Desember pukul 20.39 WIB, Gus Salam kembali memerintahkan agar daftar tamu undangan Mustasyar direvisi. Yang semula daftar tamu undangan Mustasyar sesuai surat Rapat Pleno PBNU, kemudian diganti dengan nama-nama Mustasyar yang beliau kirimkan. Kemudian, pada Rabu pukul 21.19 WIB, saya mulai mendistribusikan surat undangan kepada seluruh daftar tamu undangan.
Catatan: Terkait dengan informasi yang disampaikan Gus Salam pada Hari Rabu, 03 Desember pukul 13.32 WIB bahwa Rais ‘Aam tidak berkenan berada dalam satu forum dengan KH. Yahya C. Staquf, setelah di-crosscheck kepada utusan Rais ‘Aam yang hadir ke Tebuireng, beliau menegaskan tidak pernah ada pernyataan tersebut. Sebaliknya, Rais Aam justru menyampaikan usulan agar pertemuan dilaksanakan dalam satu majelis dan tidak dipisah (sesi).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




