Gubernur Khofifah ketika meninjau lokasi terdampak APG Semeru. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE
LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Setibanya di Surabaya usai kunjungan Misi Dagang di Sulawesi Tenggara, Gubernur Khofifah langsung memimpin penanganan dampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang, Kamis (20/11/2025).
Ia mendatangi sejumlah lokasi terdampak, mulai titik pengungsian di SDN 4 Supiturang Kecamatan Pronojiwo, Desa Sumbersari, Jembatan Gladak Perak, hingga Dapur Umum. Khofifah menegaskan bahwa meski erupsi telah berakhir, status Awas tetap diberlakukan.
BACA JUGA:
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
“Memang sudah berakhir tapi statusnya masih Awas. Sehingga kita tetap melakukan kesiapsiagaan melakukan penanganan, dan memastikan warga semua dalam kondisi aman,” ujarnya.
Menurut data BPBD Jatim per hari ini pukul 05.40 WIB, total pengungsi mencapai 346 jiwa yang tersebar di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, sedangkan Di SDN 04 Supiturang, tercatat 64 jiwa masih bertahan. Khofifah menekankan pentingnya penguatan kesehatan bagi para korban.
“Yang kita maksimalkan tentu yang menjadi titik kumpul pengungsi. Dari puskesmas sudah turun karena memang butuh penguatan tim kesehatan supaya masing-masing termonitor,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan intensif diperlukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan seperti tensi tinggi dan ISPA. Mantan Menteri Sosial itu juga menilai posko pengungsian sudah tertata cukup baik dengan pembagian ruang anak-anak, lansia, dan keluarga.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




