Apel siaga hadapi bencana hidrometeorologi di puncak musim hujan.

Di akhir sambutannya, Khofifah berharap agar penanganan bencana dilakukan secara terukur, sehingga pencegahan dapat berjalan efektif dan bantuan kepada masyarakat terdampak bisa maksimal.
Sementara itu, Kapolda Jatim menyebut apel kesiapan ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengecek kesiapan sumber daya manusia dan peralatan menghadapi perubahan musim.
“Kita cek kembali dari mulai awak personel atau sumber daya manusianya, kemudian peralatan. Ini harus benar-benar siap karena dari kemarin mulai ada perubahan iklim dari musim kemarau ke musim hujan,” tuturnya.
Ia menambahkan, beberapa bencana telah terjadi dan saat ini sudah mendekati puncaknya, sehingga kesiapan harus optimal untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Nanang turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, BNPB, stakeholder terkait, dan masyarakat. Di Polda Jatim, sebanyak 1.400 personel gabungan mengikuti apel, sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Jawa Timur mengerahkan total 6.000 personel.
“Paling tidak kita sudah mempersiapkan diri dan selalu mengevaluasi kejadian sebelumnya. Supaya ada perbaikan dalam kegiatan pelayanan terhadap penanggulangan bencana. Kita pastikan melakukan dengan cepat dan tepat karena ini berkaitan pertolongan pada jiwa,” paparnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




