Udin alias Uud Harley, warga Jojoran. Foto: Rusmiyanto/BANGSAONLINE
Udin mengaku botol bensin itu ia ambil dari warung sembako. Setelah digunakan untuk menakuti pelaku, ia mengembalikannya ke Warkop 40 yang berjarak sekitar tujuh meter dari lokasi pelaku diikat.
“Botol bensin diambil kembali sama penjual Warkop sembako saat saya ada di Warkop 40. Dan dari situ saya tidak tahu kalau ada warga lain menyiram bensin,” urainya.

Tak lama setelah itu, anggota Babinsa Koramil Gubeng tiba di lokasi.
“Saya ke Warkop 40 setelah ada Pak Suyuti Babinsa Koramil Gubeng. Saya rasa yang mengetahui siapa yang menyiram tubuh pelaku adalah anggota Babinsa,” ujar Udin lagi.
Udin menambahkan, dirinya ikut geram terhadap pelaku curanmor karena sebelumnya pernah kehilangan sepeda motor milik karyawannya di kantor suku cadang perkapalan di Jalan Jojoran Gang 1.
“Sehingga dari tertangkapnya pelaku curanmor ini, saya dan warga geram,” tuturnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai viralnya video dirinya yang memegang botol bensin, Udin mengaku belum diperiksa oleh polisi.
“Sampai saat ini pihak Polsek Gubeng belum memanggil atau memeriksa saya,” ungkapnya.
Namun, pernyataan Udin bahwa Babinsa Koramil Gubeng mengetahui siapa yang menyiram bensin, dibantah oleh Sersan Kepala Suyuti.
“Saya sampai di lokasi itu pelaku sudah terikat dan dipukuli, juga tercium bau bensin di tubuh pelaku. Saya mencoba untuk menghalau warga agar jangan main hakim sendiri. Tak lama kemudian, Polsek Gubeng dan Satpol PP datang ke lokasi,” tegas Suyuti.
Hingga kini, Polsek Gubeng masih menyelidiki penyebab munculnya api di tubuh pelaku. Kapolsek Gubeng Kompol Eko Sudarmanto mengatakan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan unsur kesengajaan maupun kelalaian.
“Dari peristiwa terbakarnya pelaku itu unsur tidak sengaja, dan kami masih melakukan penyelidikan serta mencari siapa yang menyiram bensin ke tubuh pelaku,” ujar Kompol Eko Sudarmanto. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




