Kiai Asep saat memberikan keterangan pers di peringatan Hari Santri 2025.
“Begitu besarnya andil para santri terhadap terwujudnya kemerdekaan. Dengan adanya gerakan ketentaraan Hizbullah, santri memilih jalan perlawanan fisik saat diplomasi tidak lagi cukup,” ucapnya.
Kiai Asep menambahkan, Resolusi Jihad yang dikumandangkan pada 22 Oktober merupakan motivasi spiritual yang menyatakan bahwa melawan penjajah adalah fardu ain, dan jika gugur, maka mati syahid.
Ia menyatakan, peristiwa terbunuhnya Jenderal Mallaby oleh 3 santri Tebu Ireng sebagai bukti keberanian santri dalam perjuangan.
“Penjajahan bertentangan dengan akidah santri. Maka santri selalu berada di garis depan dalam perjuangan dhurriyah kemerdekaan,” tuturnya.
Kiai Asep turut menekankan pentingnya transformasi pesantren agar menjadi lembaga pendidikan yang unggul, utuh, dan kompetitif. Ia juga mendorong penerapan program kemandirian sebagai kunci pembelajaran yang berkelanjutan. (ris/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




