Gubernur Khofifah saat menyapa masyarakat di Lirboyo Bersholawat.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menghadiri gelaran 'Lirboyo Bersholawat' yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam rangka mensyukuri Hari Santri di Pondok Pesantren Lirboyo pada Senin (20/10/2025) malam.
Ribuan santri dan jamaah larut dalam lantunan sholawat, dzikir, dan doa yang khusyuk dan sakral. Gubernur Khofifah turut hadir bersama para tokoh penting lainnya, termasuk Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati.
BACA JUGA:
- Di Pertemuan Rutin Himasal dan Lim, Gus Qowim: Ulama dan Umara Harus Sinergi dengan Masyarakat
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Forum Rais Syuriyah PCNU se-Jatim Sampaikan 5 Rekomendasi ke PBNU
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran, tanggung jawab, dan kontribusi santri terhadap bangsa, negara, dan agama.
Tahun ini, Hari Santri mengangkat tema 'Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia'. Menurut Khofifah, tema tersebut mencerminkan tekad kuat para santri dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para ulama dan pejuang bangsa.
"Tema ini menjadi momentum meneguhkan peran para santri untuk mengawal Indonesia menuju peradaban dunia. Hal ini juga mencerminkan kontribusi fundamental santri dalam perjalanan bangsa. Karena santri selalu hadir di setiap fase penting sejarah," ujarnya.
Ia menyebut, santri memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, terutama melalui ilmu, keikhlasan, dan keteguhan iman.
Secara khusus, Khofifah menyoroti peran Pondok Pesantren Lirboyo sebagai penyokong pendidikan di Indonesia, yang telah mencetak generasi Islam dan bangsa serta berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan.
"Kekuatan pesantren, ulama, santri, ekosistem di Lirboyo dijaga dan dikuatkan bersama, salah satunya dengan pengelolaan limbah dan pemilahan sampah sehingga dari sampah menjadi rupiah dan memberi barokah," tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan kepada dunia bahwa dari Lirboyo lahir kekuatan menjaga lingkungan, ekonomi pesantren, dan ulama-ulama yang membangun peradaban dunia.
Khofifah mendorong para santri untuk berjuang di berbagai bidang sesuai zamannya, mulai dari politik, pendidikan, ekonomi, hingga teknologi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




