Anggota DPD RI, Lia Istifhama menjadi pembicara dalam Sentrinov ke-11 tahun 2025, yang digelar di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). foto: Lia for Bangsa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur (Jatim), Lia Istifhama, atau lebih akrab dipanggil Ning Lia, mendorong perguruan tinggi vokasi, khususnya politeknik di Indonesia untuk lebih fokus menyiapkan lulusan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Hal ini ia sampaikan dalam agenda Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (Sentrinov) ke-11 tahun 2025, yang digelar di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Kamis (26/9/2025).
BACA JUGA:
- Jelang Armuzna, Lia Istifhama Apresiasi Kekompakan dan Fasilitas Kemenhaj
- Kunjungi Jemaah Haji Sumenep di Makkah, Ning Lia Ingatkan Kesiapan Fisik Jelang Armuzna
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Soroti Polemik Pemecatan Guru Yogi Susilo, Ning Lia Desak Investigasi Transparan Demi Keadilan
Dalam kesempatan itu, Ning Lia menekankan lulusan SMA/SMK lebih rentan menganggur, sehingga solusi terbaik adalah melanjutkan pendidikan ke politeknik. Berdasarkan data, lebih dari 397 ribu lulusan SMA/SMK berpotensi menganggur, sementara jumlah pengangguran laki-laki mencapai 445 ribu orang, ditambah pengangguran perempuan yang juga tinggi.
“Politeknik harus menjadi ruang bagi Gen Z untuk memperkuat ilmu, keterampilan, dan keyakinan diri. SDM vokasi yang unggul akan mampu mengisi peluang global sekaligus menjadi motor kemandirian bangsa,” ujar Ning Lia.
Doktor Ekonomi Islam tersebut menjelaskan, pendidikan vokasi merupakan kunci menghadapi era Indonesia Emas 2045. Menurutnya, SDM harus mampu membaca peluang global dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia mencontohkan, saat ini negara-negara di Eropa mengalami kekurangan tenaga kerja dari generasi muda (Gen Z). Hal ini membuka peluang besar bagi lulusan Politeknik Indonesia untuk tampil di kancah internasional.
Namun, Ning Lia mengingatkan, masih banyak terjadi mismatch antara keterampilan lulusan dan kebutuhan dunia kerja.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




