Eko, petarung asal Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Magetan, memenangkan pertandingan melawan Bunari dari kubu DKT Gank. Foto: ANTON/HB
MAGETAN, BANGSAONLINE.com - GOR Ki Mageti Kabupaten Magetan bergemuruh pada Minggu (31/5/2026). Ribuan pasang mata menjadi saksi tingginya antusiasme masyarakat dalam menyaksikan gelaran perdana Mabox (Magetan Boxing) Shaduk Jotosh, sebuah ajang tarung bebas yang berhasil menyedot perhatian petarung lokal hingga luar daerah.
Salah satu partai yang paling mencuri perhatian adalah laga antara Eko, petarung asal Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Magetan, melawan Bunari dari kubu DKT Gank.
BACA JUGA:
- Tampung Hobi Balap para Pemuda, Polres Magetan Gelar Bhayangkara Rookie Dragbike 2026
- Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam di Magetan Berharap Bantuan Pemerintah
- Motor dan Sandal Ditemukan Terparkir di Jembatan Ngujur Magetan, Pemilik Masih Dicari
- Mudahkan Akses Masuk Kota, Dishub Magetan Mulai Uji Coba Perubahan Arus Lalu Lintas pada 13 April
Eko, yang akrab disapa "Koyon" atau "Koboy Belotan," tampil dominan sejak bel ronde pertama berbunyi. Mengandalkan kombinasi pukulan yang efektif dan ketahanan fisik yang prima, Koboy Belotan hanya membutuhkan waktu 3 ronde penuh untuk menumbangkan perlawanan sengit Bunari "Bungkul".
Kemenangan ini disambut gemuruh sorak-sorai ratusan pendukung fanatiknya yang memadati GOR Mageti.
Ditemui seusai pertandingan, S. Agus Triyono, S.Pd, M.Si, M.H, selaku pelatih sekaligus Ketua Rayon PSHT Belotan, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian warganya. Ia mengungkapkan bahwa kemenangan ini tergolong luar biasa mengingat waktu persiapan yang sangat minim.
"Ini luar biasa sekali, kami latihan hanya sekitar 3 minggu. Ini baru awal, dan Eko adalah perwakilan resmi dari PSHT Rayon Belotan," ujar Agus Triyono kepada media.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




