Ringkasan Berita
- Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 di Kota Kediri dipimpin Wali Kota Vinanda Prameswati dan dirangkaikan dengan HUT Satpol PP, Damkar, serta Satlinmas untuk mengapresiasi peran mereka dalam menjaga ketertiban dan keamanan.
- Wali Kota menegaskan tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa' relevan untuk menjaga persatuan di tengah tantangan seperti disinformasi dan polarisasi digital, serta menekankan bahwa nilai Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar hafalan.
- Kota Kediri menunjukkan komitmen terhadap nilai Pancasila dengan capaian lima tahun berturut-turut masuk 10 besar kota paling toleran, IPM sangat tinggi (82,71), pertumbuhan ekonomi 1,74%, dan penurunan angka kemiskinan menjadi 6,04%.
- Vinanda menyatakan tugas menjaga ketenteraman oleh Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas merupakan wujud konkret pengamalan sila Pancasila, seperti keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Wali Kota mengajak aparatur untuk tegas namun menghormati martabat manusia, menjadi pengayom yang memberikan rasa aman, dan bersama-sama mewujudkan Kota Kediri yang lebih baik sesuai tema pembangunan berkelanjutan.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkot Kediri menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81, Senin (1/6/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, sekaligus menjadi momentum meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada kesempatan yang sama, Pemkot Kediri juga memperingati HUT ke-76 Satpol PP, HUT ke-107 Pemadam Kebakaran, dan HUT ke-64 Satlinmas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan masyarakat.
Dalam amanatnya, Vinanda menegaskan Hari Lahir Pancasila adalah momen bersejarah yang mengingatkan bangsa pada fondasi berdirinya NKRI. Tahun ini, peringatan mengusung tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Menuju Indonesia Maju'.
“Tema ini mengandung pesan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah perkembangan teknologi informasi, dinamika sosial, dan berbagai tantangan global, kita membutuhkan satu pegangan yang mampu menjaga persatuan bangsa, yaitu Pancasila,” ujarnya.
Menurut dia, Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan nilai yang harus hidup dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Ia juga mengingatkan masyarakat terhadap tantangan penyebaran informasi yang tidak benar, polarisasi digital, hingga menurunnya kepedulian sosial.
Kota Kediri, kata Vinanda, menunjukkan komitmen menjaga nilai Pancasila dengan capaian lima tahun berturut-turut masuk 10 besar kota paling toleran di Indonesia. Data BPS mencatat IPM Kota Kediri tahun 2025 mencapai 82,71 (kategori sangat tinggi), pertumbuhan ekonomi 1,74 persen, dan angka kemiskinan turun menjadi 6,04 persen.
“Capaian-capaian ini lahir dari dukungan dan kontribusi seluruh elemen masyarakat. Budaya guyub rukun, toleransi antarumat beragama, semangat gotong royong, serta sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila telah tumbuh dan mengakar kuat di Kota Kediri,” paparnya.
Ia menilai, peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirangkaikan dengan HUT Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas relevan dengan tugas menjaga ketertiban dan keamanan.
“Sebab sesungguhnya tugas menjaga ketenteraman dan ketertiban merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila. Ketika Satpol PP menegakkan peraturan daerah secara adil dan humanis, di situlah hadir keadilan sosial," ucapnya.
"Ketika Satlinmas membantu menjaga keamanan dan kerukunan lingkungan, di situlah hadir persatuan Indonesia. Dan ketika petugas Damkar menolong masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan, di situlah hadir nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” sambungnya.
Ia menambahkan, tema HUT tahun ini 'Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas Tangguh untuk Pembangunan Berkelanjutan' menegaskan pembangunan membutuhkan kondisi daerah yang aman dan kondusif. Vinanda menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi mereka menjaga Kota Kediri.
“Jadilah aparatur yang tegas dalam menegakkan aturan namun tetap menghormati martabat manusia. Jadilah pelindung dan pengayom masyarakat yang hadir memberikan rasa aman, bukan rasa takut. Mari bersama-sama mewujudkan Kota Kediri yang lebih baik dan semakin MAPAN,” pesannya. (uji/mar)










