Anggota DPD RI, Lia Istifhama menjadi pembicara dalam Sentrinov ke-11 tahun 2025, yang digelar di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). foto: Lia for Bangsa.
“Lulusan teknik Politeknik wajib menguasai preferensi global agar bisa bersaing. Jangan sampai kita hanya mengisi posisi yang kurang strategis, sementara peluang besar di bidang teknik dan teknologi diambil tenaga kerja asing,” tegas senator yang dinobatkan sebagai Wakil Rakyat Terpopuler se-Jatim versi ARCI itu.
Ning Lia juga mencontohkan di sektor perkapalan Eropa, di mana tenaga kerja Indonesia lebih banyak ditempatkan sebagai koki daripada teknisi mesin. Begitu pula di Arab Saudi, meski mayoritas jemaah haji berasal dari Indonesia, tenaga kerja yang memenuhi kebutuhan jamaah justru berasal dari negara lain.
Potensi di beberapa negara harusnya bisa diambil oleh lulusan politeknik, terlebih Presiden Prabowo telah membuka dengan kerja sama Hubungan Indonesia-Uni Eropa melalui perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Prabowo mengatakan, kesepakatan ini sebagai langkah strategis menuju masa depan kemitraan global yang lebih setara dan saling menguntungkan.
Putri KH. Masykur Hasyim itu menegaskan, human capital Indonesia harus diperkuat dengan keterampilan teknis dan komunikasi global. Ia optimistis, politeknik dapat menjadi pusat penguatan SDM Indonesia agar lebih mandiri sekaligus mampu menjawab tantangan dunia kerja internasional.
“Investasi terbesar adalah investasi pada pendidikan. Politeknik harus membaca preferensi global dan menjawab kebutuhan dunia kerja. SDM vokasi Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pemain utama di level internasional,” pungkasnya.
Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Direktur Politeknik se-Indonesia (FDPNI), Indonesian Society of Applied Science (ISAS), serta 200 dosen dan calon guru besar dari berbagai politeknik di Indonesia, mulai dari Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Sriwijaya, hingga Politeknik Negeri Bali. (mdr/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




