Ringkasan Berita
- Fabio Quartararo, juara dunia MotoGP 2021, secara terbuka menyatakan frustrasi dan kekecewaan mendalam terhadap performa Yamaha setelah finis di posisi buncit kedua dalam Grand Prix Italia di Mugello.
- Quartararo mengakui sengaja tidak mengeluarkan seluruh kemampuannya karena merasa sudah berada di batas maksimal, memilih mengurangi kecepatan untuk menghemat energi dan menghindari risiko yang tidak perlu untuk sekadar meraih satu poin.
- Performanya yang buruk di Italia, setelah hasil kurang baik di Catalunya, mempertegas kemunduran Yamaha dan menghapus sinyal kebangkitan kecil yang sempat terlihat di Le Mans awal bulan.
- Rumor kuat beredar bahwa Quartararo telah menandatangani kontrak dengan Honda untuk musim depan, yang semakin memperkuat kesan akhir masa kerjanya di Yamaha di tengah musim yang penuh kegagalan.
- Meski mengaku kehilangan motivasi saat ini, Quartararo berharap bisa merasa lebih baik dan termotivasi kembali di sirkuit berikutnya, yaitu Balaton Park, Hungaria, tempat ia memiliki kenangan buruk akibat kecelakaan tahun lalu.
MUGELLO, BANGSAONLINE.com – Pembalap asal Prancis, Fabio Quartararo, secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya yang mendalam terhadap situasi yang ia hadapi di Yamaha. Kekecewaan ini memuncak setelah ia finis di urutan kedua dari belakang pada balapan utama Grand Prix Italia, hari Minggu kemarin.
Pemandangan langka terjadi di Mugello ketika Quartararo menjadi pembalap paling buncit di antara penunggang motor Yamaha lainnya yang juga sedang terseok-seok musim ini. Berbicara kepada Canal+ seusai balapan, juara dunia 2021 itu blak-blakan mengakui bahwa dirinya sengaja tidak tampil all-out seperti biasanya.
"Tidak ada cara untuk melihatnya secara positif," kata Quartararo dengan nada kecewa. "Sejujurnya, saya mencoba untuk sedikit mendorong di tengah balapan. Tetapi saya sudah sangat dekat dengan batas kemampuan sehingga saya memutuskan untuk sedikit mengurangi kecepatan, karena tidak ada gunanya membuang begitu banyak energi untuk satu poin. Saya memilih untuk mengurangi kecepatan dan menghindari risiko yang tidak perlu. Selain itu, tidak banyak lagi yang bisa dikatakan tentang akhir pekan ini."
"Sejujurnya, saya meninggalkan tempat ini dengan sangat kecewa dengan pekerjaan yang telah kami lakukan, dan sejujurnya, saya senang akhir pekan ini telah berakhir."
Sinyal kebangkitan kecil yang sempat ditunjukkan Quartararo di Le Mans awal bulan ini seolah sirna tanpa bekas. Hasil buruk berturut-turut di Catalunya dan kini di Italia kian mempertegas kemunduran performa tim pabrikan asal Iwata tersebut.
Di tengah situasi sulit ini, rumor kepindahan sang pembalap semakin berembus kencang. Meski belum ada pengumuman resmi, Quartararo santer dikabarkan telah menandatangani kontrak dengan Honda untuk musim depan. Kesadaran bahwa ia akan segera berganti seragam setelah melewati musim yang penuh kegagalan ini tercermin jelas dari keluh kesahnya kepada media.
"Jika Anda bertanya kepada saya hari ini, motivasinya sudah tidak ada lagi," ujarnya jujur. "Meskipun demikian, saya tahu bahwa ketika kita sampai di sirkuit lain, saya mungkin akan merasa lebih baik daripada di sini, dan motivasi itu akan kembali."
Quartararo tidak punya banyak waktu untuk meratap. Seri MotoGP berikutnya akan langsung bergeser ke Sirkuit Balaton Park, Hungaria, akhir pekan ini. Tempat ini menyimpan memori buruk bagi Quartararo, di mana ia sempat memicu kecelakaan beruntun pada sesi sprint race tahun lalu.










