SACHSENRING, BANGSAONLINE.com – Marc Marquez pasang badan membela Marco Bezzecchi dari serangan warganet di media sosial. Pembalap Aprilia tersebut menjadi sasaran perundungan setelah mengalami patah tulang selangka akibat kecelakaan hebat (highside) pada sesi kualifikasi Grand Prix Jerman di Sirkuit Sachsenring.
Kecelakaan pada Sabtu sore itu memaksa Bezzecchi mundur dari sisa rangkaian balapan, sekaligus menjadi pukulan telak bagi peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini.
Sebagian netizen menyebut cedera ini sebagai "karma". Pasalnya, Bezzecchi baru saja dijatuhi sanksi larangan balapan di GP Ceko akibat menampar seorang marshal di Brno. Selain itu, pembalap asal Italia tersebut juga sempat terlibat tabrakan dengan Marc Marquez di GP Indonesia pada Oktober lalu, yang menyebabkan sang juara dunia bertahan mengalami cedera bahu hingga sekarang.
Namun, Marc Marquez dengan tegas menepis narasi miring tersebut dan meminta para penggemar MotoGP untuk berhenti menghujat rivalnya. Bagi Marquez, fokus utama saat ini seharusnya adalah mengevaluasi keselamatan pembalap, bukan mengaitkannya dengan takhayul.
"Saya sudah mendengar kata 'karma' sejak tahun 2015, dan saya berhasil memenangkan enam gelar juara dunia setelah itu," ujar Marquez.
"Jadi, jika ini memang karma, silakan saja. Karma itu tidak ada; kami semua, para pembalap, mengambil risiko besar saat berlaga di lintasan."
Marquez juga menegaskan bahwa insiden di lintasan adalah hal yang lumrah dan meminta solidaritas sesama pencinta balap.
"Kami mendoakan yang terbaik bagi Marco. Saya pernah menulis [di media sosial] saat di Indonesia, 'jangan menghujat Marco karena hal-hal seperti ini bisa terjadi dalam balapan'. Dan hari ini, terjadi satu hal yang perlu kita carikan solusinya demi masa depan."
"Sebab sekali lagi, baik Bezzecchi, Fermin [Aldeguer] di Assen, maupun saya sendiri di Indonesia, kami mengalami cedera saat terlempar ke area gravel akibat adanya perbedaan ketinggian permukaan (step) antara aspal dan gravel."
“Saya berharap Bez bisa pulih dengan baik, namun saya juga berharap ke depannya kita bisa memperbaiki hal-hal seperti ini.”
Bezzecchi sebelumnya mengalami kecelakaan di tikungan 7 saat sesi Q2 baru berjalan empat menit, tepat setelah ia berhasil mencatatkan waktu tercepat ketiga di belakang duet Ducati, Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio.
Pembalap berusia 27 tahun itu terlempar keras ke area gravel trap. Hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi adanya patah tulang selangka. Ironisnya, Bezzecchi sebenarnya juga masih dalam proses pemulihan akibat kecelakaan parah di Grand Prix Belanda dua minggu sebelumnya.
Rekan sesama pembalap, Alex Marquez (Gresini Racing), menilai bahwa kondisi fisik Bezzecchi yang belum bugar 100% menjadi faktor utama penyebab kecelakaan di Sachsenring. Alex merefleksikan hal ini berdasarkan pengalamannya sendiri saat kecelakaan di Assen, serta proses pemulihannya dari cedera tulang selangka dan tulang belakang yang dialaminya di Barcelona pada Mei lalu.
“Saya sangat sedih melihat kondisinya. Saya mendoakan agar ia segera pulih," ungkap Alex Marquez.
“Itu adalah kecelakaan yang dialami oleh pembalap yang sebenarnya memiliki kecepatan. Saya juga pernah mengalami kecelakaan serupa di Assen. Saat kondisi fisik tidak 100% namun Anda tetap membalap, mentalitas atau fokus pikiran memang ada, kecepatan pun ada, tetapi kondisi fisik tidak mendukung."
“Jadi, pada saat itulah terkadang Anda melakukan kesalahan yang tidak terduga. Kecelakaan ini mirip dengan kejadian yang pernah kita lihat sebelumnya pada Marc dan beberapa pembalap lain yang sedang cedera. Saya berharap ia segera pulih. Ia memiliki waktu sepanjang jeda musim panas untuk memulihkan diri dan kembali dengan lebih kuat di Silverstone.”










