BOLOGNA, BANGSAONLINE.com – Sebuah era baru dalam sejarah MotoGP resmi dimulai. Francesco "Pecco" Bagnaia dipastikan bakal meninggalkan tim pabrikan Ducati pada akhir musim 2026. Pembalap Italia pemilik dua gelar juara dunia tersebut memutuskan untuk menyeberang ke tim rival, Aprilia, mulai musim 2027.
Posisi yang ditinggalkan Pecco di Ducati Corse diprediksi kuat akan ditempati oleh bintang muda KTM, Pedro Acosta. Rider asal Spanyol tersebut digadang-gadang bakal menjadi tandem baru Marc Marquez untuk musim 2027.
Keputusan ini seolah menjadi puncak dari masa-masa sulit yang dialami Bagnaia selama 18 bulan terakhir. Sejak Marc Marquez bergabung dengan tim pabrikan Ducati pada tahun 2025, dominasi Bagnaia perlahan meredup. Puncaknya terjadi pada musim lalu, di mana Marquez tampil dominan dan merengkuh gelar juara dunia ketujuhnya, sementara Bagnaia terlempar ke posisi kelima klasemen dengan selisih hingga 257 poin.
Bagaimanapun, kontribusi Pecco untuk Ducati tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia adalah aktor utama yang mengakhiri paceklik gelar juara dunia Ducati selama 15 tahun saat menjadi kampiun pada 2022, lalu sukses mempertahankannya di musim 2023.
Delapan musim menunggangi Desmosedici—enam di antaranya bersama tim pabrikan—menjadikan Bagnaia sebagai salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah pabrikan Borgo Panigale. Pihak manajemen Ducati pun berkomitmen untuk memberikan perpisahan yang termanis di sisa musim ini.
“Pecco adalah salah satu pembalap yang langsung menunjukkan potensinya,” ungkap bos Ducati, Gigi Dall’Igna. “Kami mengidentifikasinya dan menginginkannya sejak usia sangat muda untuk membangun proyek di sekitarnya."
"Dia cepat, tetapi yang terpenting, cerdas. Tujuannya adalah untuk membawa Desmosedici ke tingkat potensi tertingginya dan bersama-sama kami mencapainya. Dalam sebuah hubungan, tidak selalu mudah untuk mengenali dan memahami kapan sebuah siklus telah berakhir dan perubahan menjadi perlu. Ikatan yang dalam dan kasih sayang timbal balik di antara kami tidak akan berubah, dan itu akan menjadi kunci untuk mengelola sisa musim ini.”
CEO Ducati, Claudio Domenicali, juga memberikan penghormatan mendalam atas dedikasi luar biasa yang telah diberikan oleh pembalap bernomor motor 63 tersebut.
“Gelar juara 2022 memiliki nilai khusus bagi saya karena itu mewakili puncak dari proses restrukturisasi Ducati, yang memungkinkan kami untuk kembali ke garis depan setelah periode yang tak dapat disangkal sulit,” ujar Claudio Domenicali, mengenang momen epik pasca-era Casey Stoner di tahun 2007.
Dengan menyisakan 13 seri Grand Prix di musim 2026, Bagnaia masih berpeluang menambah koleksi 31 kemenangannya bersama Ducati. Menariknya, kepergian Pecco juga menandai untuk pertama kalinya sejak tahun 2010 (era Casey Stoner dan Nicky Hayden) di mana tim pabrikan Ducati tidak diperkuat oleh satu pun pembalap asal Italia.
Langkah Bagnaia menuju Aprilia diprediksi akan tetap membuatnya berada di barisan depan. Saat ini, Aprilia tengah naik daun dan berhasil mengangkangi Ducati di papan atas klasemen 2026 lewat performa impresif Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.
Di musim 2027 nanti, pembalap berusia 29 tahun ini akan berpasangan dengan rekan senegaranya, Marco Bezzecchi. Sementara itu, Jorge Martin dikabarkan bakal berlabuh ke Yamaha—tim yang sempat dilirik oleh Bagnaia, namun akhirnya ia hindari karena performanya yang masih terpuruk di dasar klasemen.










