Kamis, 28 Mei 2020 23:21

Petasan di Malang Meledak Tewaskan 4 Orang, Batal Dipakai Meriahkan Pengajian

Senin, 26 Oktober 2015 22:34 WIB
Petasan di Malang Meledak Tewaskan 4 Orang, Batal Dipakai Meriahkan Pengajian
HANCUR: Kondisi rumah Nawardi hancur usai petasan buatannya meledak. foto: detik

MALANG, BANGSAONLINE.com - Bubuk mercon bahan petasan meledak hingga mengakibatkan dua rumah di Jl Perseh Raya Gg Cemundelan RT 06/RW 05 Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang hancur, Minggu (25/10) sekitar pukul 20.30 WIB. Selain menghancurkan rumah milik Mesti (44) dan adiknya, Nawardi (42), ledakan petasan tersebut merenggut nyawa empat orang dan mengakibatkan tiga korban lainnya terluka, satu di antaranya kritis.

Empat korban yang tewas, yakni Yuli (20) meninggal di lokasi kejadian dan tiga lainnya juga meninggal, setelah sempat dirawat di rumah sakit, yakni Anto (25), Muhamad Risqi, balita berusia 10 bulan, dan dan Samsul (25). Ketiganya meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSSA, jenazah korban langsung di pindah ke kamar mayat RSSA.

Ketiga korban merupakan penghuni rumah, anak dan cucu dari Mesti, sang pemilik rumah. Sedangkan Samsul sendiri merupakan teman Yuli yang saat itu sedang berkunjung ke rumahnya.

Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata menduga petasan akan dipakai untuk memeriahkan pengajian keliling yang akan berlangsung di sekitar lokasi kejadian, pada Sabtu pekan depan.

Polres Malang Kota bersama Tim Jihandak, Gegana dan Labfor Polda Jawa Timur memastikan bahwa kasus ledakan yang menewaskan empat orang di kelurahan Bumiayu disebabkan oleh bubuk mercon dan tidak berkaitan dengan aksi terorisme.

"Olah TKP dinyatakan sudah selesai. Police line segera diangkat dan ledakan disebabkan bubuk mercon, tidak ada indikasi terorisme dan sebagainya,” kata AKBP Singgamata, Senin, (26/10).

Sebanyak tiga hingga lima kilo bahan ramuan bubuk mercon pun disita dan dibawa ke markas Brimob Ranting Detasemen B Polda Jawa Timur untuk kemudian dimusnahkan.

Beberapa peralatan meracik petasan seperti gulungan kertas koran juga ditemukan dan disita dari lokasi. “Ledakan tergolong jenis low explosive, merusak sekitar 90 persen rumah korban dengan kerugian sekitar Rp100 juta,” kata Singgamata.

Polisi saat ini telah meminta keterangan dari tujuh saksi. Sementara keberadaan pemilik rumah yaitu Nawardi yang masih belum ditemukan. Saat kejadian, pemilik rumah dikabarkan sedang berada di luar Kota Malang.

Menurut Singgamata, diduga petasan itu akan digunakan untuk memeriahkan pengajian keliling yang akan bertempat di sekitar lokasi kejadian pada Sabtu minggu depan. “Untuk pengajian Sabtu besok, sudah empat hari ini membuat petasan. Kata ayah saya bahan petasannya sampai 35 kilo,” kata Bahrul Ulum, salah seorang korban.

Sementara, warga Bumiayu, Saifudin Jufri mengaku tidak mengetahui persis akibat dari ledakan ini, lantaran pemilik rumah sebenarnya bukan pembuat petasan. "Denger-denger sih mau ada acara pengajian terus bikin petasan. Tadi suara ledakan terdengar sampai rumah saya ledakannya cuma satu kali," kata Saifudin.

Puluhan warga terlihat memadati sekitaran TKP yang diberi garis pembatas polisi. Warga ingin menyaksikan langsung kondisi rumah akibat ledakan itu.

Di sisi lain, Nawardi beserta istrinya Mardiyati, selamat dari peristiwa ledakan petasan yang dibuat Nawardi tersebut, sebab mereka berdua saat meledaknya petasan itu terjadi, sedang di Desa Pagelaran Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Pasutri itu lagi mengikuti tahlilan saudaranya selama 7 hari berturut-turut, kendati tiap harinya tetap pulang ke rumahnya sekitar pukul 10 malam.

Sedangkan pengakuan Umi Zurairah bersama suaminya Hasan Basuni, tetangga sisi timur dari rumah Nawardi menuturkan, bercerita, mereka sudah tinggal di kawasan itu selama 25 tahun. Dia pun mengetahui jika tetangganya itu, mulai membuat petasan kurang lebih sekitar 15 tahun lalu. “Kami merasa dirugikan dengan hilangnya nyawa cucu kami, M Riski Ferdiansyah. Menantu dan cucu saya juga terluka akibat reruntuhan rumah,” cetus Umi.

Mereka pun berharap ada uluran tangan dari Pemkot Malang karena kondisi rumahnya yang hancur. Nasib serupa juga dialami Supiani (60) sisi barat dari rumah Nawardi, kondisi rumahnya juga hampir sama sebagaimana yang dialami oleh Umi Zurairah. Supiani pun menyatakan harapan yang sama, dapat uluran tangan Pemkot Malang.

Terkait kejadian itu, Wakil Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji menyempatkan diri meninjau lokasi kejadian sekaligus berbela sungkawa kepada korban, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Menurut Wawali, ini suatu musibah. “Atas nama Pemkot Malang, kami turut berduka dan prihatin atas kejadian ini," tutur abah Sutiaji.

Dia menyatakan, regulasi terkait larangan pembuatan sekaligus menyimpan petasan sudah diatur secara jelas dalam UU, namun terkadang masyarakat tetap berinisiatif secara tersembunyi membuat dan menyimpannya, kendati sudah diberitahu, bahwa itu membahayakan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

“Dan ke depannya akan kita koordinasikan dengan pihak kepolisian serta komponen lainnya, agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di Kota Malang. Di sisi lain, kejadian ini jangan dikaitkan dengan masalah radikal, walaupun beberapa waktu lalu tertangkapnya salah satu pelaku ISIS atau teroris," tukas mantan anggota DPRD Kota Malang ini. Pihaknya pun berjanji usai melakukan identifikasi dan verifikasi, akan memberikan bantuan melalui BPBD. (mlg1/thu/dtc/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...