Lia Istifhama
JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama menekankan pentingnya peta jalan pengembangan satuan pendidikan sebagai upaya mempercepat pemerataan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Komite III DPD RI bersama Ombudsman RI di Kompleks Parlemen Senayan, pada Selasa (9/9/2025) 2025.
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Ingat Proses Perjuangan Sulit, Anggota DPD RI Lia Istifhama Enggan Khianati Amanah Masyarakat
- Ning Lia Dukung Pembangunan RPH Halal Tingkat Provinsi
- Ning Lia Ajak Alumni UINSA Jaga Silaturahmi dan Almamater
Menurut Ning Lia, sapaan Lia istifhama, salah satu isu mendasar dalam dunia pendidikan adalah keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang menyebabkan banyak siswa tidak tertampung.
Senator asal Jatim itu menyampaikan di beberapa sekolah banyak siswa yang tidak tertampung. Bahkan, persoalan banyaknya guru Sekolah Rakyat (SR) yang memilih mundur karena lokasi lembaga pendidikan.
Kondisi ini diperparah dengan adanya guru yang mundur karena faktor domisili sekolah, keterbatasan rombongan belajar (rombel), hingga munculnya tuntutan biaya pendidikan, terutama di sekolah swasta. Kasus lainnya yakni ada sekolah di Ngawi yang hanya menerima 1 siswa saja.
“Peta jalan pendidikan harus merespons berbagai permasalahan, mulai dari akses sekolah negeri, pembiayaan di sekolah swasta, hingga penataan rombel. Kami berharap ombudsman, pemerintah bersama kementerian terkait perlu berperan aktif dalam menyusun strategi yang tepat agar pendidikan benar-benar bisa diakses secara adil,” kata Ning Lia dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).
Dalam rapat tersebut, Ombudsman RI mengungkapkan sejumlah temuan terkait Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Data menunjukkan 84% Pemda sudah menetapkan juknis SPMB dua bulan sebelum pendaftaran.
Sebanyak 36% Pemda belum menyediakan aplikasi penerimaan murid baru yang terintegrasi dengan Dapodik, DTKS, dan data Dukcapil.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




