Gubernur Khofifah Apresiasi Murid SMK Jatim yang Tembus Panggung Fashion Dunia

Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa Pemprov Jatim berkomitmen terus memperkuat pendidikan vokasi, baik melalui peningkatan kualitas teaching factory, penguatan kolaborasi dengan industri, maupun program upskilling bagi para guru kejuruan.

“Kami akan terus mendukung pengembangan potensi siswa SMK, termasuk membentuk asosiasi tata busana SMK, galeri fashion SMK Jatim, dan memperluas jejaring industri. Sinergi seperti inilah yang mempercepat kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi pasar kerja global,” tambah Khofifah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan mitra industri yang telah membimbing, memfasilitasi, dan memperjuangkan keterlibatan murid dalam ajang internasional ini. 

“Kerja keras ini telah membawa harum nama Jawa Timur dan Indonesia di kancah dunia,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Ungkap Langkah Strategis

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut keterlibatan murid SMK Jatim dalam ajang internasional ini sebagai langkah strategis untuk mengekspos karya anak bangsa ke kancah global. 

Menurutnya, ini adalah validasi dari konsep teaching factory yang telah diterapkan di SMK Jatim.

“Selama ini karya murid SMK kita dikenal di tingkat nasional. Kini, melalui Centrestage di Hong Kong, kita membuktikan bahwa karya pelajar Jawa Timur juga layak bersaing di tingkat internasional,” terang Aries.

Ia juga menegaskan bahwa pengalaman ini tidak sekadar prestasi, melainkan dorongan psikologis bagi para siswa untuk lebih percaya diri menapaki masa depan di industri fashion.

Ramai Dikunjungi Sejak Hari Pertama

Sejak hari pertama pameran, stand SMK Jatim ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari pembeli, pengunjung umum, hingga desainer ternama mancanegara.

Produk-produk hasil karya siswa SMK mendapat apresiasi luar biasa dan hampir seluruhnya terjual habis.

Sayangnya, karena keterbatasan jumlah koleksi yang dibawa, banyak pengunjung yang kecewa tidak kebagian produk.

Tak hanya itu, beberapa desainer profesional yang mengunjungi stand juga memberikan masukan dan tips berharga kepada para siswa, seperti penyesuaian ukuran, penguatan identitas desain, serta strategi masuk pasar internasional secara lebih luas.

“Ini pengalaman yang luar biasa dan menjadi bekal penting bagi siswa-siswa kita untuk bisa mengikuti ajang pameran dan fashion event kelas dunia lainnya di masa mendatang,” ungkap Aries.

Aries juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dan tindak lanjut konkret pasca-event. “Kami akan memperkuat sisi kurasi desain, kualitas produk, hingga standar ukuran global agar lebih kompetitif. Selain itu, rencana pembentukan asosiasi SMK Tata Busana dan galeri fashion SMK Jatim akan segera kami akselerasi,” tegasnya.(dev/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: