Novitasari (35), warga Tulungagung yang menjalani cuci darah rutin selama 2 tahun.
“Saat sudah di Indonesia, saya langsung berobat menggunakan JKN. Bersyukur saya sudah terdaftar JKN, saya ikuti prosedur berobat di FKTP, kemudian dirujuk ke rumah sakit. Di rumah sakit, dokter juga memberikan rekomendasi untuk cuci darah rutin sebanyak 2 kali dalam satu minggu," kata Novitasari.
"Tak menunggu lama, saya segera dapat jadwal cuci darah rutin di Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung sudah hampir dua tahun sampai dengan saat ini,” imbuhnya.
Ia mengaku sangat terbantu karena tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Ia menyadari bahwa tanpa JKN, biaya cuci darah yang harus dijalani dua kali seminggu akan sangat memberatkan, apalagi dirinya sudah tidak mampu bekerja.
“Jika tidak ada JKN saya merasa sangat berat harus membayar biaya cuci darah. Biaya cuci darah mahal dan harus saya lakukan dua kali seminggu. Pengobatan penyakit saya juga akan lama, terasa berat apalagi saya sudah tidak mampu untuk bekerja lagi,” paparnya.
Kini, Novita berusaha menjaga semangat demi kesembuhan. Ia fokus menjalani pengobatan tanpa khawatir soal biaya.
“Sekarang saya hanya fokus menjaga kesehatan agar kondisi saya stabil. Saya juga semangat meskipun setiap minggu harus cuci darah, meskipun badan seringkali terasa sakit. Namun, dengan menjadi peserta JKN saya tidak perlu memikirkan biaya pengobatan," akunya.
"Rawat jalan yang rutin saya jalani dan juga mendapat obat yang harus saya konsumsi, semuanya tidak membayar sama sekali. Semoga BPJS Kesehatan tetap hadir dengan pelayanan terbaiknya bagi kami yang butuh pengobatan,” pungkasnya. (fer/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




