Gus Amik saat menyampaikan ceramah.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kiai Zainulloh Hamid atau yang akrab disapa Gus Amik, dikenal sebagai perintis Majelis Sholawat Gawagies yang memiliki ribuan jamaah di Pasuruan wilayah timur. Meski dikenal sebagai tokoh agama, kehidupannya tetap sederhana dan jauh dari kesan glamor.
Saat ditemui di kediamannya, Desa Tambak, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Gus Amik menyampaikan prinsip hidupnya yang membumi.
BACA JUGA:
- Darul Ulum Rebalas Awards: Tokoh Santri Inspiratif Sabet Penghargaan
- Pekerja Proyek Diduga Tewas Terjatuh di Area Pembangunan Ponpes Dalwa Pasuruan
- Insiden Tangga di Ponpes Dalwa Pasuruan, 12 Santri Terluka dan 1 Meninggal Dunia
- Santri dari Pasuruan Raih Juara Internasional Pencak Silat di Festival 100 Tahun Gontor
"Meski orang menganggap saya Gus, atau Kiai, tetap saya tidak gengsi kerja apapun," kata tokoh yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Roudlotul Musthofa, Kamis (7/8/2025).
Majelis Sholawat Gawagies yang dirintisnya telah dikenal luas, bahkan pernah tampil dalam acara Gebyar Sholawat yang digelar oleh KPU Kabupaten Probolinggo dalam rangka sosialisasi Pilkada. Namun, di balik popularitasnya, Gus Amik tetap menjalani profesi sebagai sopir travel.
Ia pernah bercerita tentang pengalaman unik ketika seseorang datang ke rumahnya untuk mengundang acara sholawat.
Setelah mengetahui bahwa Gus Amik sehari-hari bekerja sebagai sopir travel, orang tersebut membatalkan undangan. Hal ini menunjukkan masih adanya stigma terhadap profesi yang dianggap rendah, meski dijalani oleh sosok yang berilmu dan berakhlak.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




