Bupati Jember saat memberi sambutan di hadapan guru ngaji.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam rangkaian program Bunga Desaku atau akronim dari Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan di Kecamatan Ambulu pada Minggu (27/7/2025), Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyempatkan diri bertemu langsung dengan para guru ngaji.
Pertemuan itu menjadi simbol penghargaan atas peran strategis guru ngaji dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Dalam sambutannya, kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan bahwa pendidikan tinggi tak akan bermakna jika tidak disertai dengan akhlak yang kuat.
"Sebesar apa pun gelar yang dimiliki seseorang, bila tidak memiliki akhlak, maka ilmunya menjadi sia-sia. Akhlak tetap menjadi fondasi utama," ucapnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi masa lalu, saat guru ngaji harus mengantre panjang hanya untuk menerima insentif. Menurut dia, hal ini tidak sesuai dengan martabat profesi yang berperan membentuk nilai moral masyarakat.
"Saya tegaskan, tahun ini pembayaran insentif untuk guru ngaji harus dilakukan secara bermartabat, tanpa antrean. Mereka patut dihormati," tuturnya.
Untuk mempercepat pencairan, Gus Fawait telah menginstruksikan seluruh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) agar proses administrasi dapat dilakukan di tingkat desa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




