Imigrasi Surabaya Terapkan Makkah Route di Embarkasi Juanda

Imigrasi Surabaya Terapkan Makkah Route di Embarkasi Juanda Petugas Imigrasi Surabaya ketika memberikan pelayanan Makkah Route. Foto: Ist

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kantor Kelas I Khusus TPI Surabaya memperkuat pelayanan keimigrasian dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui penerapan layanan Makkah Route di Embarkasi Surabaya. 

Program hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi ini memudahkan jamaah dengan pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi langsung di embarkasi sebelum keberangkatan.

Dengan mekanisme tersebut, jamaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi saat tiba di Arab Saudi sehingga proses kedatangan lebih cepat dan efisien. Hingga Minggu (17/5/2026), sebanyak 37.179 calon jamaah haji telah diberangkatkan melalui Bandara Internasional Juanda sejak Kloter 1 pada 22 April hingga Kloter 99 pada 17 Mei.

Pada pemberangkatan terakhir, Kloter 98 asal Jember dan Lumajang dengan penerbangan SV5349 membawa 380 jamaah, sedangkan Kloter 99 asal Lumajang dengan penerbangan SV5357 juga memberangkatkan 380 jamaah menuju Madinah. Seluruh proses berjalan aman dan tertib dengan koordinasi lintas instansi.

Selain memastikan kelancaran jamaah reguler, Surabaya juga memperketat pengawasan terhadap calon jamaah haji nonprosedural. Pada periode 1-8 Mei 2026, sebanyak 18 WNI terdiri dari 8 laki-laki dan 10 perempuan digagalkan keberangkatannya karena diduga akan berhaji secara ilegal. 

Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk Bangkalan, Sampang, Banjarmasin, Semarang, hingga Bone. Modus yang digunakan beragam, mulai dari berpura-pura berwisata ke Malaysia hingga mengaku bekerja kembali di Arab Saudi dengan visa kerja. 

Beberapa di antaranya mengaku membayar Rp200 juta hingga Rp290 juta kepada pihak tertentu untuk pengurusan tiket, hotel, visa, tasreh, dan nusuk.

Kepala Kantor Surabaya, Agus Winarto, menegaskan penerapan Makkah Route sekaligus pengawasan keberangkatan nonprosedural merupakan komitmen menjaga ketertiban ibadah haji.

"Penerapan Makkah Route merupakan bentuk pelayanan keimigrasian yang berorientasi pada kemudahan dan kenyamanan jamaah. Kami memastikan seluruh proses berjalan cepat, tepat, dan akurat dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kehati-hatian," ujarnya, Senin (18/5/2026).

Agus menambahkan pengawasan dilakukan melalui wawancara, profiling penumpang, pemeriksaan dokumen, serta pemanfaatan sistem aplikasi keimigrasian terintegrasi. Surabaya juga mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji nonprosedural karena berisiko menimbulkan kerugian finansial maupun masalah hukum di negara tujuan. (sta/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO