SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kolaborasi dan kerja sama Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) dengan SMA dan SMK Swasta dalam pemberian kuota beasiswa penuh dan biaya terjangkau terus meningkat. Dari hasil data terakhir UPT TIKP (Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan) Dindik Jatim, sebanyak 72.841 kuota beasiswa penuh dan pendidikan terjangkau.
Adapun rinciannya untuk beasiswa penuh disediakan sebanyak 12.650 kuota dari SMA swasta dan 19.912 kuota dari SMK swasta. Selanjutnya untuk lendidikan terjangkau disediakan kuota 11.486 oleh SMA swasta dan 28.793 kuota oleh SMK swasta, di mana jumlahnya tersebar di 1.156 lembaga dari total 2.936 lembaga swasta di 38 kab/kota di Jawa Timur.
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
Gubernur Khofifah berterima kasih atas kolaborasi dan dukungan satuan pendidikan swasta yang telah mendukung dan mewujudkan program kerja sama ini. Apalagi, dengan adanya kolaborasi ini, lulusan SMP yang tidak bisa lolos dalam SPMB SMA/SMK negeri di Jawa Timur bisa tetap sekolah tanpa beban biaya yang besar.
"Alhamdulillah kerja sama yang kami jalin dengan sekolah swasta berjalan lancar dan terus meningkat. Dari yang semula kami targetkan kuota sebesar 30 ribu. Sekarang mencapai 72.841 kuota. Terimakasih saya ucapkan untuk lembaga swasta yang telah berkolaborasi dengan kami untuk memberikan pelayanan pendidikan dan bersama mencerdaskan anak-anak kita," urai Khofifah.
Dalam program ini, ia mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim akan memberikan bantuan biaya sebesar Rp1 Juta bagi calon murid yang tidak diterima di SMA/SMK negeri. Syaratnya, mereka melanjutkan ke sekolah swasta serta tidak menerima bantuan pemerintah baik pusat maupun daerah termasuk tidak menerima PIP.
"Pada Hardiknas lalu, kami sudah sampaikan bahwa setiap Kab/kota diberikan kuota 150 calon murid baru dari keluarga prasejahtera (Desil 1 dan Desil 2) termasuk keluarga buruh / pekerja dengan total anggaran Rp 5,7 Milyar. Ini merupakan upaya Pemprov Jatim dalam mencerdaskan kehidupan anak-anak kita serta menekan angka putus sekolah,” katanya.
Orang nomor 1 di Jawa Timur ini juga memberikan apresiasi untuk wilayah Bangkalan, Pacitan, dan Sampang. Di mana seluruh sekolah swasta di wilayah ini menyediakan beasiswa penuh dan potongan beasiswa.
Disebutkan Khofifah pada tahun ini banyak terobosan yang dilakukan Pemprov Jatim melalui Dindik dalam SPMB 2025. Di antaranya penggunaan AI (Artificial Intellegence) dalam sistem SPMB 2025. Di mana sistem tersebut akan membantu informasi yang dibutuhkan masyarakat terkait SPMB SMA/SMK negeri selama 24 jam nonstop.
Dindik Jatim juga telah menyiapkan tim helpdesk yang akan membantu masyarakat jika mengalami kesulitan selama proses SPMB. Setidaknya sebanyak 7.155 tim helpdesk yang disiapkan baik di tingkat satuan pendidikan, cabang dinas hingga Dindik Jatim.
Terobosan inovasi lainnya yakni, kerja sama yang terbangun dengan SMA/SMK swasta. Dalam sistem SPMB, jelas Aries, masyarakat akan mendapatkan informasi sekolah swasta mana saja yang menyediakan beasiswa penuh dan biaya terjangkau. Dengan begitu, masyarakat akan bisa mempertimbangkan sekolah untuk anak-anak mereka.
"Kerja sama ini baru pertama kalinya kami lakukan. Sesuai dengan amanah ibu gubernur jangan sampai ada anak Jawa Timur yang putus sekolah. Ini merupakan langkah kongkret kami dalam mengakomodir anak-anak yang tidak lolos dalam SPMB. Semoga dengan adanya kerja sama ini dapat menekan angka putus sekolah di Jawa Timur," ucap Khofifah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




