Ono Suseno. Foto: tangkapan video
BANDUNG, BANGSAONLINE.com-Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono membongkar data bahwa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memang benar-benar memangkas dana hibah untuk pesantren, masjid, dan yayasan keagamaan Islam. Ini berbeda dengan keterangan Dedi Mulyadi yang mengklaim hanya menunda, bukan memangkas atau mencoret dana bantuan untuk pesantren, masjid, yayasan, atau lembaga keagamaan.
Secara tegas Ono Surono menyangkal pernyataan Dedi Mulyadi yang mengatakan bahwa hibah untuk pesantren, masjid dan lembaga keagamaan hanya ditunda.
BACA JUGA:
- Prof Kiai Asep: Dedi Mulyadi Tak Cerdas, Khofifah Pakai Referensi Keilmuan
- Didemo Ribuan Pekerja Pariwisata, Dedi Mulyadi: Nanti yang Pariwisata Orang Luar Negeri, Punya Uang
- Survei kembali Sebut Kepuasan 100 Hari Kinerja Gubernur Khofifah 76,3 Persen, Benarkah?
- Kinerja Gubernur Khofifah Tetap Mendapat Apresiasi Tinggi Tanpa Ngonten
“Sebenarnya bukan ditunda, dicoret,” kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono dalam video yang kini beredar luas.
Ono Surono lalu mengajak masyarakat Jawa Barat melihat bukti kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi yang termuat dalam buku sangat tebal: Peraturan Gubernur Jawa Barat. Dalam buku tersebut ditulis secara detail tentang pejabaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2025.
Ono Surono kemudian menunjukkan beberapa dana hibah yang dihapus satu persatu dalam buku tersebut.
Sambil meunjukkan data di buku tersebut Ono Sorono kemudian menyatakan bahwa dana hibah untuk pesantren, masjid, yayasan atau lembaga keagamaan yang semula berjumlah total Rp153 miliar tinggal Rp9 miliar.
Meski demikian ada satu yayasan yang masih diberi dana hibah.
“Ada satu yayasan yang tetap mendapatkan hibah,” kata Ono Surono.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




