Bongkar Data Gubernur Dedi Mulyadi Pangkas Hibah Pesantren, Wakil Ketua DPRD Jabar Beber Bukti

Bongkar Data Gubernur Dedi Mulyadi Pangkas Hibah Pesantren, Wakil Ketua DPRD Jabar Beber Bukti Ono Suseno. Foto: tangkapan video

Yaitu Yayasan Mathlaul Anwar. Dalam buku itu disebut bahwa dana hibah untuk Mathlaul Anwr sebesar Rp 250 juta. Yayasan tersebut ada di Bogor.

Selain Mathlaul Anwar yang tidak dicoret adalah dana hibah untuk Tilawatil Quran LPTQ sebesar Rp miliar.

Ono Surono juga memberi link dokumen tersebut kepada masyarakat agar bisa mengakses sendiri data-data dana hibah yang disalurkan lewat Biro Kesra Pemprov Jawa Barat.

Jadi, “Dalam penjabaran anggaran 2025, yang tidak dibicarakan dengan DPRD, benar-benar dihapus,” tegas Ono Surono.

Seperti diberitakan, Dedi Mulyadi sempat merespon kritik Ono Surano. Menurut Dedi yang membranding namanya menjadi (Kang Dedi Mulyadi), menegaskan bahwa dana hibah tersebut bukan dihapus, tapi ditunda.

menegaskan bahwa dana hibah itu akan kembali dianggarkan pada APBD perubahan. Ia meengaskan bahwa penundaan sementara dana hibah pesantren dilakukan demi memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat Jawa Barat.

Dedi Mulyadi mengaku siap menghadapi kritik demi kepentingan rakyat banyak. "Biar saya dikritik dan dicaci maki DPRD, enggak apa-apa. Yang penting rakyat Jabar tersenyum bahagia," ujar Dedi saat dikonfirmasi Kompas.com via sambungan telepon, Jumat (25/4/2025) malam.

Ia juga menyatakan bahwa realokasi sementara dana hibah untuk pesantren itu dalam rangka efisiensi belanja daerah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO