Ilustari. Foo: bangsaonline
Bahkan dalam beberapa acara Gibran justeru menjadi bulan-bulanan netizen karena pidatonya yang fatal. Misalnya saat pidato pada acara Fatayat NU. Ia menyebut para-para tokoh dan para-para kiai.
"Yang saya hormati tokoh-tokoh, para tokoh-tokoh agama, para-para kiai," kata Gibran di depan para tokoh, kiai, nyai dan para pengurus Fatayat NU.
Sekelas wapres berbahasa Indonesia saja belepotan..
Karena itu Prabowo tak perlu merasa punya “hutan budi politik” pada Jokowi. Prabowo harus fokus memikirkan nasib rakyat sesuai janji-janji politiknya. Tidak malah mikirkan Jokowi yang Jokowi sendiri hanya memikirkan anaknya atau keluarganya.
Paling tidak, Prabowo harus berani bersikap obyektif. Teruskan program Jokowi jika baik untuk rakyat. Tapi jangan segan-segan dan ewuh pekewuh untuk memangkasnya jika program Jokowi menyengsarakan rakyat dan hanya menyenangkan atau menguntungkan segelintir orang yang disebut oligarki.
Ingat! Pidato retorik Prabowo sebelum jadi presiden tentang kedaulatan negara dan rakyat sampai sekarang terus mengiyang dalam ingatan dan mindset rakyat.
Begitu juga tentang sosok Prabowo yang dipersonifikasi sebagai macan Asia. Sekarang banyak muncul meme yang mulai meragukan kapasitas dan keberanian Prabowo. “Katanya macan Asia ternyata meong,” demikian salah satu meme yang viral di media sosial.
Kata orang bijak, momentum hanya datang satu kali. Buktikan saat berkuasa untuk menjadi pembela rakyat dan bangsa Indonesia. Bukan pembela oligarki. Apalagi pembela Jokowi. Wallahua’lam bisshawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




