Bawaslu RI: Kabupaten dan Kota Malang Masuk Daerah Tingkat Rawan Tinggi di Pilkada 2024

Bawaslu RI: Kabupaten dan Kota Malang Masuk Daerah Tingkat Rawan Tinggi di Pilkada 2024 Koordinator Humas dan Media Bawaslu RI, Ahmad Ali Imron

Kemudian rawan juga dalam hal media sosial dalam ujaran kebencian dan black campaign yang dilakukan melalui media sosial. Selain itu di pungutan suara itu ada juga ada manipulasi-manipulasi data yang kemungkinan terjadi.

"Dan itu menjadi tolak ukur kita saat di pemungutan suara" ucap Ali

Selain itu, saling melapor yang dilakukan masing-masinh calon itu juga masuk dalam instrumen untuk menjadikan data mengkategorikan rawan tinggi atau tidak.

"Dan proses money politic itu banyak ditemui pada tahapan kampanye, terutama di masa tenang dan menjelang pencoblosan atau serangan fajar" ungkapnya

Dan antisipasi yang dilakukan, akan melakukan patroli pengawasan pada masa tenang. Karena biasanya kerawanan itu di saat masa tenang dan menjelang pemungutan suara.

Sedangkan untuk ujaran kebencian di media sosial, ada yang namanya tim fasilitasi pengawasan siber yang bekerjasama denga kementerian kominikasi dan digital dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Jadi mereka melakukan pemantauan dan menerima masukan pelaporan dari Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melakukan take down atas rekomendasi dari atas kajian dan analisis untuk kategori yang menjadi ujaran kebencian, hoax, black campaign atau masuk dalam pelanggaran pilkada.

"Kita akan serahkan ke Kementarian Komunikasi dan Digital untuk di take down" ucap Ali

Dalam tahapan Kampanye hingga 4 Nopember 2024, RI sudah mengidentifikasi 279 dugaan pelanggaran konten internet di seluruh Indonesia.

Data ini berasal dari pegawasan siber dan penelusuran alat yang namanya intelijen media monitoring yang juga ada sistem deteksi konten yang bekerjasama dengan. BSSN.

Berdasarkan jenis pelanggarannya sebanyak 213 konten ujaran kebemcian, ada berita hoax ada 56, ada 10 konten pelanggaran pemilihan, dan media yang digunakan melalui tiktok ada 126 konten, facebook 37, twiter ada 20 konten, situs web 11 konten dan youtube 2 konten. (dad/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO