Camat Puncu Firman Tappa didampingi Forkompimcam Puncu dan Perwakilan Perhutani Kediri saat berbicara kepada warga Satak di Pendopo Kecamatan Puncu. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
"Tapi baru kali ini masyarakat berani menyampaikan aspirasi itu. Seperti yang kami sampaikan kepada warga, (permasalah) itu sudah kami sampaikan ke pihak Perhutani, tapi sampai sekarang memang iya masih seperti biasa, tidak ditindaklanjuti," ucapnya.
Firman berharap melalui aksi yang dilakukan warga seperti ini, pihak Perhutani bisa turun tangan. "Jangan sampai ini menggelinding menjadi bola liar yang nanti menjadi persoalan tersendiri di Desa Satak," katanya.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Perhutani karena itu merupakan kewenangan pihak Perhutani," tutupnya.
KRPH Jatirejo BKPH Pare, KPH Perhutani Kediri, Januri, yang turut menemui warga, berjanji akan menyampaikan aspirasi warga Desa Satak kepada pimpinannya.
"Agar kami segera bisa menindaklanjuti apa yang terjadi di lapangan," ucap Januri.
"Kami terima kasih kepada Pak Camat sudah memberi tempat. Yakinlah dengan pimpinan kami, juga akan menindaklanjuti segera," tegas Januri.
Di sisi lain, Eko Cahyono, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Budi Daya Desa Satak, saat dikonfirmasi awak media, mengklaim bahwa sebenarnya pihaknya sudah akan membagikan tanah Perhutani kepada warga.
"Tapi karena saat ini masih diberi patok dan musim masih berubah-ubah, pembagian belum bisa dilakukan," dalihnya.
Terkait pergantian Ketua LMDH Budi Daya Satak, Eko Cahyono tak masalah apabila memang warga menghendaki demikian dan sesuai AD/ART lembaga.
"Silakan saja dilakukan (pergantian ketua)," ucapnya. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




