Proses pembuatan detergen Chozz.
"Kami juga menggunakan essential oil sebagai pewangi dan soda api untuk memadatkan adonan detergen," imbuh Rafindita.
"Setelah pembuatan prototype dan tahap uji coba, Chozz terbukti memiliki kelarutan serta kemampuan membersihkan yang baik," imbuh Rafin.
Produk detergen ini dibentuk dalam padatan dengan takaran yang telah disesuaikan. Hanya dengan satu buah padatan detergen dapat digunakan untuk membersihkan lima kilogram pakaian.
"Chozz dibuat dalam bentuk padatan supaya lebih efisien," terang mahasiswa angkatan 2023 tersebut.
Inovasi dari Tim Chozz ini berhasil menyabet juara II di ajang IYC (Internasional Youthpreneur Competition) 2024 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), baru-baru ini.
Tim Chozz ITS juga merancang rencana bisnisnya yang akan dijalankan, mulai dari strategi pemasaran hingga perencanaan finansial.
Rafin beserta anggota timnya berharap inovasi detergen organik yang dikembangkannya dapat menyadarkan masyarakat akan bahaya penggunaan bahan anorganik bagi lingkungan sekitar.
"Harapan besar kami, semoga produk ini dapat memperbaiki kualitas lingkungan hidup ke depannya," pungkasnya. (msn/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




